Ramadan, PB Ancuku Tetap Berlatih

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Persatuan Bulutangkis (PB) Ancuku Yogya, tetap melakukan latihan rutin selama bulan Ramadan. Latihan dilakukan dua kali dalam seminggu, yakni Selasa malam dan Sabtu malam di GOR Ancuku Yogya, selesai solat tarawih. Tetap digelarnya latihan dimaksudkan untuk menjaga stamina para pemain, sekaligus dalam rangka menghadapi beberapa kejuaraan yang akan digelar seusai bulan Ramadan.

Ketua Umum PB Ancuku Irjen Pol (Purn) Drs Haka Astana Mantika Widya SH didampingi AKP Joko Triyono, Sabtu (01/05/2021) menjelaskan para pemain PB Ancuku intensif berlatih, dengan tujuan menjaga kebugaran dan kondisi fisik. Selain itu, mereka juga tengah mempersiapkan diri menghadapi beberapa kejuaraan yang akan digelar seusai bulan Ramadan.

PB Ancuku beranggotakan para pemain yang berdinas di kepolisian, bertugas di Polresta Yogya, Polres Bantul, dan Polda DIY. Selain itu, turut bergabung pula sejumlah pemain non-polisi, yang juga menjadi kekuatan utama PB Ancuku.

“Kami bermain bulutangkis untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan prestasi,” jelas Haka Astana.

Mengenai upaya meraih prestasi, Haka Astana menyampaikan beberapa pemain muda PB Ancuku saat ini terbukti cukup disegani, Nama-nama Kusnaryanto, Yoyok Rachmanto, Agung Untoro, Deny Ismail, Ryan Handono, Andi, Hengky, dan Sutarno cukup disegani dalam percaturan bukutangkis Yogya, baik di level kepolisian maupun umum.

“Sedangkan pemain-pemain yang masuk kategori veteran lebih berposisi sebagai motivator sekaligus lawan latih tanding,” ujar Haka Astana.

Mengenai posisi pelatih yang menggembleng para pemain PB Ancuku, disebutkan nama Supriyanto dan Handa yang secara rutin dan spartan melatih para pemain PB Ancuku. Supriyanto merupakan pemain veteran yang di sejumlah kejuaraan ‘tarkam’ tidak terkalahkan. Pasangannya Handa, merupakan pelatih tingkat nasional, yang saat ini melatih di salah satu negara Timur Tengah.

Haka Astana menambahkan, selain mengumpulkan para pemain veteran, PB Ancuku juga membina pemain-pemain muda sebagai upaya regenerasi. Regenerasi dipandang penting untuk melahirkan pemain-pemain yang berbobot. (Hrd)

BERITA REKOMENDASI