Ramai Beredar Aktivis Mahasiswa UMY Perkosa Mahasiswi, Begini Tanggapan Kampus

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Akun instagram dear_umycatcaller membeberkan aksi perkosaan yang dilakukan seorang aktivis mahasiswa berinisial MKA alias OCD yang sampai saat ini membuat tiga korban speakup. Hal tersebut sangat disayangkan dan menjadikan keprihatinan mendalam bagi pihak kampus yang langsung melakukan investigasi sejak unggahan pertama muncul pada 31 Desember 2021 lalu.

Akun tersebut paling tidak sudah menjabarkan kronologis perkosaan yang dilakukan OCD kepada tiga korban sejak tahun 2018 silam. Ketimpangan relasi kuasa, manipulasi korban dan pemaksaan kehendak menjadi latar alasan yang melatari terjadinya tindakan asusila pelaku pada para korbannya.

Para korban dalam unggahan akun dear_umycatcaller menceritakan dimanipulasi pelaku untuk melakukan hubungan intim bahkan dalam kondisi sedang haid dan juga perilaku menyimpang lainnya. Para korban tidak kuasa menolak karena ketimpangan relasi kuasa dan berada dalam paksaan pelaku.

UMY melalui Kepala Biro Humas dan Protokoler, Hijriyah Oktaviani mengatakan pihak kampus memberi perhatian serius pada kasus asusila dan berupaya agar kasus tersebut bisa diselesaikan dengan tuntas. UMY menurut dia juga siap melakukan pendampingan hukum pada para penyintas apabila hendak menempuh jalur hukum.

“UMY berupaya mendapatkan keterangan yang valid dari penyintas secara langsung bukan hanya melalui laporan di media sosial, agar dapat dilakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mendapatkan bukti dan kebenaran kasus tersebut. UMY bertanggungjawab dalam proses pendampingan dan konseling bagi penyintas melalui layanan konseling yang difasilitasi oleh Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni (LPKA) UMY. UMY menunjukkan sikap empati, memberikan dukungan, serta memberikan perlindungan dan rasa aman bagi penyintas,” ungkapnya melalui keterangan tertulis, Selasa (04/01/2022).

Di sisi lain, UMY juga memberikan penegasan kepada pelaku untuk memberikan klarifikasi yang sejujurnya sebagai wujud iktikad baik, dan akan mengambil keputusan yang tegas jika pelaku terbukti bersalah. UMY juga menegaskan memiliki prinsip dan sikap independen dalam membuat kebijakan dan keputusan sesuai dengan aturan yang berlaku namun tetap terbuka atas kritik dan saran. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI