Rampung 2022, Embung Giwangan Diproyeksikan Jadi Kebanggaan

YOGYA, KRJOGJA.com – Upaya Pemkot Yogya untuk meratakan pusat keramaian dan aktivitas ekonomi semakin terlihat. Salah satunya Embung Giwangan yang sudah berhasil dibangun kelak akan diproyeksikan menjadi kebanggaan baru di Kota Yogya. 

Baca Juga: Embung Jadi Idola Tempat Mancing

Walikota Yogya Haryadi Suyuti, mengungkapkan Embung Giwangan merupakan salah satu bagian dari pembangunan Taman Pintar II. "Wahana di Taman Pintar II ini intinya ialah Embung Giwangan. Sengaja kami ambil nama lokal supaya Giwangan semakin dikenal tidak hanya nasional bahkan internasional," urai Haryadi di sela meninjau tahap pembangunan Taman Pintar II di Jalan Tegalturi Giwangan Umbulharjo, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, Embung Giwangan yang menyatu dengan Taman Pintar II ditargetkan dapat dioperasikan pada tahun 2022. Haryadi memastikan kelak akan menjadi ruang terbuka publik yang terluas di Indonesia, bahkan internasional jika belum ada daerah lain yang mendahului. Hal ini lantaran total areanya mencapai 3,4 hektare. Khusus yang dibangun embung mencapai 1,1 hektare dengan panjang 340 meter.

Oleh karena itu, Pemkot optimis Taman Pintar II yang di dalamnya terdapat Embung Giwangan akan menjadi kebanggaan baru di Kota Yogya. Bukan hanya akan meramaikan Yogya sisi selatan, melainkan seluruh sisi Yogya pada umumnya. "Saat ini kami juga masih melakukan pendekatan untuk membeli lahan milik warga seluas sekitar 400 meter persegi. Lahan itu tepat berada di depan, sehingga harapannya bisa tercapai kesepakatan," imbuhnya.

Total dana yang dibutuhkan untuk membangun kawasan tersebut juga tidak main-main, yakni hingga Rp 525 miliar. Dana tersebut tidak hanya dibebankan pada APBD melainkan juga melalui APBN dengan skema dana alokasi khusus (DAK). Hampir separuh dari kebutuhan dana itu digunakan untuk mengisi konten wahana Taman Pintar II yang mengedepankan edukasi konservasi air.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogya Agus Tri Haryono, menambahkan tahun depan pembangunannya akan dilanjutkan melalui DAK Pariwisata sebesar Rp 5,9 miliar. Diakuinya, kebutuhan dana cukup besar karena sarana pendukung lebih mengedepankan perkembangan teknologi yang bersifat modern. 

"Desainnya sangat modern karena memiliki fungsi edukasi dan konservasi. Khusus embung saja mampu menampung debit air hingga 22.000 meter kubik. Belum lagi wahana Taman Pintar II yang kekinian," urainya.

Baca Juga: "Semangka Aku Pernah Dipegang"

Selain fokus menyelesaikan wahana Taman Pintar II, kawasan di sekitarnya juga tak luput dari penataan. Terutama pelebaran Jalan Tegalturi yang akan didahului dengan pembebasan lahan. Jalan Pramuka yang berada di sebelah timur juga turut dilebarkan dengan memanfaatkan saluran air yang diatasnya dibangun jalan. Pelebaran jalan itu dimaksudkan untuk memudahkan akses bagi bus berukuran besar.(Dhi)

BERITA REKOMENDASI