Rasio Gini Perkotaan dan Perdesaan DIY Semakin Melebar

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRjogja.com – Tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk DIY yang diukur dengan rasio gini mengalami peningkatan alias semakin melebar per Maret 2021 jika dibandingkan dengan September 2020. Kondisi tersebut tercermin dari angka rasio gini pada Maret 2021 yang tercatat sebesar 0,441 atau naik 0,004 poin dibandingkan September 2020 sebesar 0,437.

“Perkembangan rasio gini di DIY berfluktuasi dengan kecenderungan yang meningkat selama periode Maret 2015 hingga Maret 2021. Selama kurun waktu tersebut, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk di DIY tertinggi tercatat pada Maret 2018 sebesar 0,441 dan terendah terjadi pada September 2015 dan Maret 2016 yang masing-masing sebesar 0,420,” tutur Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Sugeng Arianto di Yogyakarta, Sabtu (17/7).

Sugeng mengatakan peningkatan angka rasio gini di DIY terjadi baik di perkotaan maupun di perdesaan. Angka rasio gini di perkotaan tercatat sebesar 0,448 atau naik 0,009 poin dalam satu semester terakhir. Adapun di perdesaan angka rasio gini pada Maret 2021 sebesar 0,334 atau naik 0,005 poin dibandingkan kondisi September 2020.

“Lebih rendahnya angka rasio gini dan laju perubahannya di perdesaan dibandingkan di perkotaan menunjukkan bahwa tingkat kesenjangan penduduk di perdesaan lebih baik daripada di perkotaan,” tegasnya.

Berdasarkan kriteria Bank Dunia, Sugeng menyampaikan tingkat ketimpangan di DIY pada Maret 2021 masih berada pada kategori ketimpangan sedang. Hal tersebut tercermin dari persentase pengeluaran kelompok 40 persen penduduk terbawah yang besarnya mencapai 15,44 persen dari total pengeluaran penduduk DIY. Selain itu, penurunan konsumsi juga terjadi pada kelompok penduduk 40 persen menengah.

“Adapun pada kelompok penduduk 20 persen teratas terjadi peningkatan proporsi konsumsi. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan ketimpangan, meskipun menurut ukuran Bank Dunia tingkat ketimpangan tersebut masih berada pada kategori sedang,” imbuhnya. (Ira)

 

BPS

BERITA REKOMENDASI