Rata-rata Harga Gabah Tingkat Petani di DIY Naik 1,59 Persen

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Rata-rata harga gabah tingkat petani di DIY naik 1,59 persen dari harga Rp 5.220 menjadi Rp 5.303,13/kg dan di tingkat penggilingan naik 1,58 persen dari Rp 5.270 menjadi Rp 5.353,13/kg pada Desember 2018. Tidak dijumpai observasi harga gabah di bawah HPP baik di tingkat petani maupun di tingkat penggilingan selama Desember 2018.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY JB Priyono menuturkan, jumlah observasi harga gabah kualitas Gabah Kering Giling (GKG) dan Gabah Kering Panen (GKP) mencapai 28 observasi atau 58,33 persen dari keseluruhan jumlah observasi selama Desember 2018. Transaksi penjualan gabah kualitas rendah sebanyak 20 observasi atau 41,67 persen dari keseluruhan observasi transaksi penjualan gabah berpotensi mengalami kasus harga 33,33 persen berasal dari Bantul dan 8,33 persen berasal dari Sleman.

"Hasil observasi gabah sebanyak 48 transaksi di DIY selama Desember 2018 pada tiga kabupaten yaitu Kulonprogo, Bantul, dan Sleman sebanyak 1 observasi atau 2,08 persen berkualitas GKG, 27 observasi atau 56,25 persen berkualitas GKPdan sisanya 20 observasi atau 41,67 persen berkualitas rendah," ujar JB Priyono.

JB Priyono menerangkan, rata-rata harga gabah setiap bulan mengalami fluktuatif. Harga tertinggi selama tiga bulan terakhir untuk GKG di tingkat petani dan penggilingan terjadi pada Oktober dan GKP di tingkat petani dan penggilingan terjadi pada Desember 2018. Gabah kualitas rendah selama tiga bulan terakhir menunjukkan fluktuasi harga yang signifikan baik di tingkat petani maupun di tingkat penggilingan, harga tertinggi terjadi pada bulan Desember 2018.

"Harga gabah tertinggi di tingkat petani senilai Rp 6.000/kg pada gabah kualitas GKP dengan varietas IR 64 terjadi di Temon Kulonprogo. Sebaliknya, harga gabah terendah di tingkat petani senilai Rp 4.350/kg pada gabah kualitas rendah dengan varietas IR 64 dan Pepe terjadi di wilayah Sewon Bantul," paparnya.

Dibandingkan November 2018, JB Priyono menambahkan, rata-rata harga gabah kualitas GKG naik 0,60 persen dari Rp 5.566,67 menjadi Rp 5.600 di tingkat petani dan naik 0,59 dari Rp 5.616,67 menjadi Rp 5,650 di tingkat penggilingan. Sedangkan kualitas GKP naik 2,56 persen dari Rp 5.584,62 menjadi Rp 5.727,78/kg di tingkat petani dan naik 2,54 persen dari Rp 5.634,62 menjadi Rp 5.777,78/kg di tingkat penggilingan. (Ira)

BERITA REKOMENDASI