Ratusan Anak Penyintas Covid DIY Jadi Yatim Piatu

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJOGJA.com – Ketua Posko Perlindungan Perempuan dan Anak DIY di Masa Pandemi yang juga Kepala Bidang Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan DIY DP3AP2, Nelly Tristiana menyampaikan ada ratusan balita dan anak di bawah 18 tahun yang menjadi penyintas Covid-19. Mereka kini menjadi yatim piatu karena kehilangan orangtua yang meninggal setelah berjuang melawan Covid.

“Saat ini data masih terus kami kumpulkan, namun dari Satgas DP3AP2 kami mendapatkan data sementara ibu hamil 313, bayi 255, balita 398 dan perempuan terdampak 418 orang. Perempuan terdampak yakni hamil, ibu menyusui, perempuan kehilangan pasangan dan jadi kepala keluarga. Anak terdampak meliputi balita, bayi dan anak di bawah 18 tahun,” ungkapnya pada wartawan, Sabtu (14/8/2021).

Satgas saat ini terus berupaya memberikan bantuan yang bersumber dari hasil donasi yayasan maupun pengusaha swasta di DIY. Mereka menyuplai kebutuhan dasar meliputi sembako dan kebutuhan detail seperti pembalut, biskuit bayi, popok, handuk, botol susu hingga pompa asi.

“Kami baru tahap memberikan pemenuhan kebutuhan dasar. Namun kedepan kami juga pikirkan untuk jangka panjang. Bantuan saat ini sudah kami distribusikan ke kabupaten/kota kerjasama dengn Dinas Pemberdayaan Perempuan dengan UPT Perlindungan Anak Perempuan bekerjasama dengan satgas,” sambung dia.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial DIY, Sigit Alifianto menambahkan pihaknya kini bergerak melakukan pendataan dan verifikasi anak-anak yang kehilangan orangtua akibat Covid. Dinsos menyampaikan beberapa skema yang sudah digagas yakni melibatkan balai pembinaan anak DIY.

“Kalau memang sebatang kara maka kami punya balai bisa kita asuh, sekolahkan dan tanggung kehidupannya. Namun harus dipastikan benar memang tidak ada yang mengampu anak-anak tersebut. Semua advokasi sosial akan kita lakukan ketika masuk ke balai. Atau bisa jadi kabupaten/kota tak punya data bahwa anak ini punya saudara tinggal di tempat jauh. Misalnya ada om atau tante tiba-tiba datang akan kita telusuri, namun kekuatan hukum si anak akan lebih jelas,” ungkapnya. (Fxh)

 

 

BERITA REKOMENDASI