Rawan Covid, Disnakertrans DIY Pantau Ketat Perusahaan Dengan Karyawan Besar

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Sebanyak 60 perusahaan DIY yang berpotensi dalam penyebaran kasus virus Korona telah diawasi dengan ketat dan dinyatakan telah menerapkan protokol kesehatan adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi Covid-19. Selanjutnya, pemetaan perusahaan di DIY tersebut akan diperluas lagi supaya bisa dimantainance kepatuhan terhadap protokol kesehatan serta tetap melaksanakan produksi dengan baik sehingga dapat melindungi sekaligus memitigasi dari paparan Covid-19.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY Aria Nugrahadi mengatakan salah satu ketugasan instansinya adalah pengawasan norma kerja di lingkungan pekerja yang kali ini memasuki adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19. Untuk itu, pihaknya melakukan pemantauan norma kerja tersebut sesuai dengan protokol kesehatan adaptasi kebiasaan baru.

“Kita sudah menerapkan protokol kesehatan adaptasi kebiasaan baru di lingkungan kerja sesuai dengan Pergub melalui Surat Edaran (SE). Kami memetakan perusahaan atau badan usaha di DIY yang mempunyai tingkat potensi penyebaran Covid-19,” ujar Aria dalam Editorial KR dipandu Jurnalis KR Primaswolo Sudjono di channel Youtube Kedaulatan Rakyat TV https://www.youtube.com/watch?v=0PVSqikkndE&feature=youtu.be, Senin (12/10).

Aria menjelaskan dari data tim pengawas ketenagakerjaan Disnakertrans DIY, terdapat lebih dari 60 perusahaan yang mempekerjakan karyawan lebih dari 500-an orang setiap perusahaan di DIY. Setidaknya 60 perusahaan tersebut menjadi prioritas Disnakertrans DIY yang wajib menerapkan protokol kesehatan adaptasi kebiasaan baru dengan pembentukan Satgas Covid-19.

Tim pengawas ketenagakerjaan Disnakertrans DIY rutin melakukan monitoring penerapan protokol kesehatan adaptasi kebiasaan baru di lingkungan perusahaan tersebut.” Dari 60 perusahaan di DIY yang kita awasi dengan ketat, semuanya dinyatakan telah menerapkan protokol kesehatan adaptasi kebiasaan baru tersebut per Oktober 2020 ini. Kesadaran ketaatan tersebut ada di masing-masing pemberi kerja dan tenaga kerja sebagai antisipasi munculnya transmisi Covid-19 di lingkungan pabrik tidak terjadi,” tuturnya.

BERITA REKOMENDASI