Rebranding Sarkem Berdayakan Masyarakat

YOGYA, KRJOGJA,com – Dalam upaya pemberdayaan masyarakat, Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Rasyid Ridho mengadakan diskusi bertajuk ‘Rebranding Sarkem’ pada Sabtu (29/12/18) malam. Acara yang bertempat di Langgar Pringgokusuman berdekatan langsung dengan daerah lokalisasi Pasar Kembang ini turut dihadiri oleh Edy Subagyo selaku pemangku masyarakat setempat.

"Diskusi ini adalah langkah awal kita selaku kaum akademisi untuk mengurai permasalahan yang ada pada tubuh Sarkem, selanjutnya gerakan gerakan pemberdayaan akan di kawal secara berkelanjutan dan strategis sebagai upaya rebranding Sarkem" ujar Baharuddin Rohim selaku perwakilan PK IMM Rasyid Ridho.
Acara ini juga menghadirkan Lembaga Seni Budaya Olahraga (LSBO) Muhammadiyah Kota Yogyakarta dan Pusat Penelitian, Pengabdian Masyarakat  (P3M) Sekolah Tinggi Islam Masjid Syuhada (STAIMS), serta Syahid Foundation  untuk turut memberikan kajian terkait isu yang diangkat. 

“Prioritas gerakan pemberdayaan masyarakat kawasan merah Yogyakarta ini pada anak usia remaja, dengan prioritas lahan garap menjadikan gerakan pemberdayaan tepat sasaran" ungkap Isnanita Noviya selaku ketua P3M STAIMS.

Arif Hidayat selaku ketua LSBO Muhammadiyah Kota Yogyakarta memaparkan beberapa hal terkait sejarah penamaan daerah Sarkem. "Sarkem menurut beberapa literatur mempunyai dua arti, pertama Sarkem berasal dari sosok nama "Nyi Sarikem"  wanita setempat yang tersohor saat itu, kedua Sarkem berasal dari singkatan Pasar Kembang," jelasnya dalam diskusi.

Acara ini diharapkan bisa berlanjut pada pendampingan jangka panjang pada kawasan sekitar lokalisasi. "Pemberdayaan kawasan merah Yogyakarta adalah agenda berkelanjutan, mengundang seluruh elemen untuk bisa bersinergi pada agenda pemberdayaan selanjutnya" Tutup Baharudin Rohim selaku Ketua PK IMM Rasyid Ridho. (Hammam Izzuddin)

BERITA REKOMENDASI