Rehabilitasi Jokteng Lor Wetan Ditarget Akhir April

YOGYA, KRJOGJA.com -‎ Pengusulan alokasi anggaran dana keistimewaan untuk rehabilitasi Pojok Beteng (Jokteng) Lor Wetan saat ini masih dalam proses.‎Diharapkan akhir April mendatang sudah ada angka usulan pasti untuk proyek rehabilitasi tersebut. Apabila sudah ada angka pasti, diharapkan bisa segera ditindaklanjuti, sehingga koordinasi lebih mudah dilakukan. Pasalnya untuk rehabilitasi Jokteng Lor Wetan, ada tiga tahapan yang harus dilalui. Ketiga hal tersebut adalah  kajian tanah, appraisal dan sosialisasi‎ ke masyarakat. 

Baca Juga: Pemugaran Jokteng, Sosialiasi Tunggu Instruksi Disbud DIY

"Saat ini konsentrasi lebih pada pengusulan anggaran . ‎Adapun untuk kompensasi ditentukan oleh appraisal. Sebenarnya hal itu sudah disinggung saat sosialisasi, termasuk soal  ada 23 bidang yang akan diganti rugi.‎Sedangkan jumlah Kepala Keluarga (KK) terus terang saya kurang begitu hafal," ‎kata Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Aris Eko Nugroho di Yogyakarta, Rabu (10/4/2019).

Komentar senada diungkapkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Gatot Saptadi. Menurut Gatot, soal penentuan besar kecilnya ganti untung disesuaikan dengan appraisal. Karena juga terkait dengan status tanah yang ditempati saat ini. Apakah tanah tersebut, termasuk hak milik, HGB atau magersari, karena kompensasi yang diterima akan berbeda. Kendati demikian, masyarakat tidak perlu khawatir, karena Pemda akan berupaya agar mereka jangan sampai dirugikan.

"Sesuai dengan pesan Gubernur DIY, masyarakat harus tinggal ditempat yang layak. Jadi jangan sampai tempat tinggal menjadi lebih jelek. Adapun untuk Magersari memang saat ini kecil-kecil. Mudah-mudahan setelah menerima kompensasi bisa mendapat yang layak," ujar Gatot.

Baca Juga: Tembok Jokteng Bakal Dipugar, Warga Cemas Kena Gusur

Lebih lanjut Gatot menambahkan, saat ini fokus perhatian Pemda DIY lebih terfokus untuk penganggaran kompensasi lewat dana keistimewaan. Pendekatan pada masyarakat untuk ganti rugi itu terus dilakukan.‎ Meski untuk mewujudkan hal itu membutuhkan proses, karena ada sejumlah tahapan yang harus dilalui. Walaupun begitu, dirinya tetap berharap, akhir tahun  semuanya sudah selesai, sehingga rehabilitasi bisa dilaksanakan.

Gatot menambahkan, untuk pemberian ganti untung untuk rehabilitasi fasad Jokteng Lor Wetan, tetap memperhatikan sejumlah pertimbangan, termasuk bagi warga yang mengindung di tanah magersari.Beberapa warga yang mengindung di tanah magersari akan diberikan perhatian khusus.

"Bagi mereka yang mengindung di tanah Magersari, kami berencana menggunakan dua skema. Bisa dicarikan tanah SG atau kalau pesangonnya cukup untuk bangun rumah atau tanah ya sudah,"terang Gatot. ‎(Ria)

BERITA REKOMENDASI