Rekan Meninggal Kecelakaan, Siswa SMK N 1 Ngawen Bikin ‘Smart Motorcycle’

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA (KRjogja.com) – Berawal dari perasaan sedih kehilangan rekan yang meninggal akibat kecelakaan motor, dua pelajar kelas XII SMK N 1 Ngawen Gunungkidul menciptakan sistem berkendara motor dengan aman. Sistem yang sekilas cukup sederhana dirasa bisa membuat pengendara lebih "aware" untuk menggunakan kelengkapan berkendara untuk keamanan diri.

Cukup unik, sistem tersebut mengintegrasikan "klik" helm dan sensor SIM untuk bisa menyalakan sepeda motor. Secara tak langsung, hal sistem ini mengharuskan pengguna mengenakan helm dan membawa SIM ketika akan berkendara.

Ialah Abdulloh Said (17) dan Taufik Kalfin (16) yang menciptakan sistem prosedur yang disebut Smart Motorcycle. Kepada KRjogja.com Kamis (15/9/2016) saat ditemui di Gedung Kotak Taman Pintar, keduanya menceritakan bagaimana alat tersebut bekerja.

"Kami pakai arguino nano, yakni sistem komputer yang digunakan untuk input data SIM, bisa pribadi bisa beberapa orang misalnya satu keluarga. Nah nanti terkoneksi ke reader untuk scanner SIMnya, nah ada transmitter yang dinyalakan di helm, harus bunyi "klik" baru bisa. Setelah semua proses itu barulah motor bisa distater," ungkap Taufik.

Karena harus menggunakan SIM yang sudah terinput di sistem, secara tak langsung karya anak-anak muda ini bisa memperkuat sisi keamanan kendaraan. "Kalau bukan pemilik dan SIMnya tak dikenal maka tak bisa nyala motornya, anti maling juga," imbuh Abdulloh.

Alat Smart Motorcycle ini baru beberapa bulan terakhir dibuat oleh Abdulloh Said dan Taufik Kalfin dibantu guru pendamping. Kini mereka tengah menuju proses pematenan karya di Kementrian Hukum dan HAM.

"Kami juga masih punya PR agar alat ini semakin murah agar bisa digunakan seluruh elemen masyarakat. Selama percobaan pembuatan masih cukup mahal hampir Rp 2 juta jadi ingin kami bisa lebih murah lagi," pungkas Abdulloh. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI