Reklame Kawasan Malioboro Segera Ditata

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Penataan fasad atau sisi luar (eksterior) muka bangunan guna semakin menambah daya tarik dan mempercantik kawasan Malioboro siap dimulai pada 2019. Semua reklame yang menutupi fasad pertokoan akan diturunkan, diberlakukan standarisasi besarannya serta diberikan subsidi nantinya. Penataan reklame tersebut sudah dikomunikasikan Pemda DIY dengan Pemkot Yogyakarta mengingat berkaitan dengan pajak reklame.

Wakil Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY Singgih Raharjo mengatakan pihaknya telah selesai melakukan kajian pada 2018 untuk penataan fasad pertokoan di kawasan Malioboro yang akan dimulai pada 2019. Prinsip penataan fasad pertokoan di kawasan Malioboro tersebut sesuai arahan dari Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X akan disamakan besaran reklame dan tidak ada reklame yang menempel di fasad.

"Kami akan buka semua fasad bangunan, tidak ada reklame yang menempel di fasad nantinya. Tentu ini membutuhan suatu komunikasi yang baik antara Pemda DIY, Pemkot Yogyakarta dengan pemilik toko," kata Singgih.

Singgih mengaku, dirinya telah mendapatkan laporan pemilik toko di kawasan Malioboro sangat kooperatif sekali bekerjasama, bahkan sebagian pemilik toko menawarkan untuk menata fasadnya sendiri dengan swadaya atau tanpa perlu disubsidi pemerintah. Hal tersebut merupakan wujud komitmen dari pemilik toko untuk bisa mempercantik dirinya tanpa harus dibantu pemerintah.

Pemkot Yogyakarta juga telah memberikan dukungannya terhadap upaya penataan fasad dan penertiban reklame guna lebih mendukung fasad dan meningkatkan daya tarik Malioboro. Dari hasil kajian dan identifikasi yang dilakukan Disbud DIY, Singgih mengaku sebagian besar atau lebih bangunan di kawasan Malioboro merupakan kategori cagar budaya. Sedangkan bangunan yang modern atau non cagar budaya tetap akan dibuat selaras dan serasi supaya tidak menjadi bangunan asing diantara bangunan yang lain. (Ira/Ria)

BERITA REKOMENDASI