Reksa Dana Campuran Jadi Pilihan Investasi di Masa Pandemi

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJOGJA.com – Reksa Dana Campuran menjadi instrumen investasi yang absolut di masa pandemi dengan kondisi ekonomi yang fluktuatif. Komposisi Reksa Dana Campuran yang tidak mengharuskan minimum investasi pada saham sebesar 80 persen menjadikan investasi terselamatkan karena bersifat fleksibel dan adaptif.

Direktur Utama Trimegah Asset Management, Antony Dirga mengatakan, kondisi ekonomi terkait pandemi selama dua tahun terakhir ini memperpanjang konsolidasi yang terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), sehingga sudah empat tahun lamanya tidak bergerak ke mana-mana. Ada kestabilan di satu sisi namun harapan bahwa indeks saham naik per tahun ternyata justru stagnan.

Kondisi tersebut, menurut Antony, membuat fund manager atau manajer investasi tertantang untuk memilih instrumen investasi dengan lebih cermat dan mengalahkan pasar. Di Trimegah AM, perspektif lama yang selalu mengacu pada indeks tertentu kemudian diubah, dan timbul ide untuk melebarkan dan mengambil approach yang lebih fleksibel.

“Langkah yang diambil adalah dengan mengambil platform paling fleksibel yang diizinkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yaitu Reksa Dana Campuran. Campuran boleh 1 hingga 79 persen per tipe instrumen, bebas bergerak, fleksibel dan adaptif. Itu dimungkinkan untuk menghadapi market yang volatile, hadirlah Reksa Dana Campuran Trimegah Balanced Absolute Strategy (BASTRA),” ungkap Antony dalam Katadata Virtual Forum, Jumat (20/8/2021).

BASTRA diluncurkan 2,5 tahun yang lalu saat kinerja IHSG secara kumulatif dalam kondisi minus hampir 5 persen. Namun BASTRA menghasilkan kinerja kumulatif 59 persen plus, hampir 60 persen.

“Ketika IHSG tidak bergerak, BASTRA justru mampu menelurkan kinerja yang cukup baik. Di BASTRA, manajer investasi Trimegah fokus acuannya mengalahkan suku bunga deposito plus 5 persen dan bukan mengalahkan IHSG atau LQ45 seperti umumnya Reksa Dana Saham. Ketika kami fokus mengalahkan misal IHSG, kalau IHSG negatif minus 37, kami minus 20, maka kami sudah mengalahkan IHSG, akan tapi investor tetap tidak happy karena investor maunya return yang absolut, maunya positif. Perspektif ini yang berbeda di BASTRA, kami ganti objective-nya untuk mengalahkan suku bunga deposito plus 5 persen, ternyata menarik dan hasilnya berbeda,” sambung dia.

Ia menambahkan, manajer investasi Trimegah dalam membeli saham juga memastikan bahwa saham tersebut dibeli berdasarkan target return yang positif, bukan karena saham tersebut memiliki bobot tertentu di indeks saham. Sebaliknya, jika ada proyeksi bahwa IHSG tidak akan bergerak untuk sementara waktu, maka dana yang ada bisa diinvestasikan secara fleksibel pada instrumen obligasi atau pasar uang sehingga diharapkan bisa tetap menghasilkan return yang positif untuk produk Reksa Dana Campuran BASTRA.

BERITA REKOMENDASI