Rektor UIN Sebut Indonesia Darurat Radikalisme

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof Yudian Wahyudi menilai serangan terhadap Menko Polhukam Wiranto menandakan saat ini Indonesia berada dalam level darurat radikalisme. Yudian mengaku sependapat dengan pernyataan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj.

"Ya saya setuju. Simbol yang paling gampang itu, masak Menko Polhukam (Wiranto) diserang orang. Itu betul-betul level satu darurat," kata Yudian di UIN Sunan Kalijaga, Rabu (16/10/2019).

Baca juga :

Tak Terlihat Beberapa Hari, Sutiyono Ditemukan Membusuk di Rumahnya
Ditemui di DPRD DIY, Hanum Rais Enggan Tanggapi Pelaporan “Cuitan” Wiranto

Ia menilai saat ini teroris mulai berani mengejar sasaran tingkat tinggi. Terbukti dengan aksi penusukan terhadap Wiranto di Alun-alun Menes Pandeglang Banten, Kamis (10/10/19), sekitar pukul 11.50 WIB.

Yudian menyebutkan UIN Sunan Kalijaga telah melakukan upaya antisipasi masuknya paham radikalisme ke mahasiswa. Salah satu langkah antisipasi yakni melalui pusat studi Pancasila. Mahasiswa baru diasramakan pada tahun pertama untuk diberi pengetahuan soal Islam moderat. "Upaya antisipasi melalui pusat studi Pancasila," kata Yudian.

Sebelumnya, Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan radikalisme di Indonesia sudah darurat. Hal itu disampaikannya seusai menjenguk Menko Polhukam Wiranto yang sedang dirawat di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, seusai insiden penusukan.

Menurut Said Aqil, kasus penusukan terhadap Wiranto harus ditangani serius. Dia meminta masyarakat khususnya warga Nahdlatul Ulama (NU) untuk meningkatkan kewaspadaan. (Ive)

BERITA REKOMENDASI