Relevan Bagi Pemuda, Karakter Kejuangan Kasman Singodimedjo

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Dalam upaya terus menggelorakan jiwa kejuangan pemuda pada peristiwa Sumpah Pemuda 1928, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (BKBP) kota Yogyakarta, bekerjasama dengan Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional (IKPNI) Korwil Yogyakarta, menyelenggarakan diskusi sehari dengan tema ‘Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila Semangat Indonesia dalam Peristiwa Sumpah Pemuda’. Kegiatan berlangsung di Hotel Pandanaran, Kamis (28/10/2021).

Diskusi diikuti 22 unsur ormas kepemudaan, dengan narasumber dari unsur keturunan pahlawan nasional, anggota DPRD dan akademisi/sejarawan. Kegiatan dibuka oleh Kepala BKBP, Budi Santosa. Acara berlangsung hangat dan dinamis.

Budi Santoso menyampaikan, Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 telah menghasilkan komitmen pemuda untuk bersatu padu mencapai kemerdekaan. Gerakan yang diinisiasi antara lain oleh WR Supratman, S, Mangunsarkoro, Kasman Singodimejo, dan Muhammad Yamin dari perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) dan komponen lain tersebut, harus diaktualisasikan terus menerus. Ini sesuai semangat satu tanah air, satu bangsa dan sikap menjunjung bahasa persatuan sesuai tantangan bangsa kekinian oleh segenap pemuda dan komponen bangsa.

Sementara itu Hary Sutrasno Kasman, narasumber dari unsur keturunan Pahlawan Nasional yang membawakan makalah “Belajar dari Kasman Singodimedjo Tokoh penting dalam peristiwa Sumpah Pemuda” menyampaikan, karakter kejuangan Kasman Singodimedjo yang masih terus relevan untuk landasan kejuangan para pemuda kekinian.

Topik yang selanjutnya menjadi bahan diskusi peserta antara lain, terkait kepemilikan jiwa petarung dan pejuang, pelopor dan pembaharu, siap pemimpin dalam kondisi tidak rutin, serta jiwa pemersatu dan toleran pada pribadi Kasman Singodimedjo.

“Karakter telah selesai dengan dirinya dan ikhlas berjuang demi bangsa tanpa pamrih pribadi pada Kasman Singodimedjo, harus menjadi tauladan landasan spirit kejuangan bagi pemuda kekinian,” demikian Hary Kasman.

Pemersatu Bangsa dan Kritis

Kasman Singodimedjo telah ditetapkan pemerintah sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 2018. Legacy Kasman sebagaimana yang tercatat dalam sejarah kebangsaan, diakui pemerintah melalui keterangan pers Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Sosial, bersamaan dengan pemberian anugrah Pahlawan Nasional kepada Kasman dan 5 tokoh lain di Istana Negara pada 8 November 2018.

Kasman Singodimedjo merupakan pemersatu bangsa, yang terlihat dalam proses pengesahan Undang-undang Dasar (UUD) 1945. Kasman Singodimedjo adalah tokoh Muhammadiyah yang menjadi pionir banyak lembaga baru Republik ini saat baru berdiri. Beliau adalah ketua KNIP (parlemen) pertama, Jaksa Agung Kedua yang memelopori pembenahan organisasi Kejaksaan Agung, pemimpin Badan Keamanan Rakyat, dan selanjutnya memelopori pembentukan Tentara Keamanan Rakyat sebagai cikal-bakal TNI.

Kasman Singodimedjo merupakan orang yang kritis tidak hanya pada masa Sukarno juga pada masa Suharto. Beliau akan kritis saat negara ini salah urus, sebagai salah satu founding father bangsa ini ia sangat terpanggil untuk meluruskannya, siapapun pemimpinnya.

Menginspirasi Pemuda

Pada kesempatan diskusi, seorang peserta perwakilan dari IPPNU, David menyampaikan pendapat bahwa, semangat Sumpah Pemuda dan profil Kasman sangat menginspirasi pemuda kekinian, untuk mengambil peran demi kemajuan bangsa yang mandiri.

Sementara itu, Arrasyid dari KAMMI menyampaikan, kondisi faktual masih adanya kesukuan dan golongan, seharusnya justru menjadi perekat bukan penghalang bagi pemuda, untuk mengambil peran dalam perwujudan tujuan negara Bersama pemerintah dan unsur masyarakat lain. Pada akhir diskusi, para peserta menyampaikan komitmen untuk meneladani karakter kejuangan para pahlawan dalam kiprah mereka selanjutnya. (*)

BERITA REKOMENDASI