Relokasi PKL Malioboro Tuai Pro Kontra, Walikota Janji Bantu Tarik Pembeli

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Puluhan PKL Malioboro menggelar unjukrasa dengan mendatangi kantor DPRD Kota Yogyakarta dan Balaikota Yogyakarta, Senin (17/01/2022). Mereka meminta penundaan relokasi di eks Dinas Pariwisata DIY dan eks Bioskop Indra karena khawatir kembali terpuruk sesaat setelah bangkit dari pandemi.

Perwakilan PKL yang juga Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Yogyakarta, Wawan Suhendra mengaku pihaknya sangat keberatan jika relokasi dilakukan dalam waktu dekat. Mereka meminta pemerintah menunda terlebih dahulu satu hingga tiga tahun ke depan karena PKL merasa baru saja hendak bangkit setelah diterpa pandemi.

“Kami tidak menolak direlokasi, namun kami minta penundaan, alasannya karena sekarang sedang masa pandemi. Kami baru saja recovery, seperti kata Presiden Jokowi, tapi kemudian harus seperti ini. 22 sampai 31 Januari, kami sudah harus persiapan relokasi,” ungkapnya.

Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti ditemui terpisah memberikan tanggapan hahwa relokasi dilakukan untuk menata kawasan Malioboro dan harus dilakukan cepat atau lambat. Menurut Haryadi, Pemerintah Kota Yogyakarta belum menyatakan kapan relokasi akan dilakukan, baru akan melihat secara detail terkait kelayakan lokasi relokasi di eks Dinas Pariwisata DIY dan eks Bioskop Indra.

“Tanggung jawab saya adalah menciptakan market, pasarnya. Tidak ada tujuan untuk membuat sepi, namun menjadi sentra perdagangan begitu. Kami berharap berbagai pihak memahami, mau diundur berapa lama, saya kira demikian,” ungkap Haryadi.

Terkait ancaman hilangnya beberapa pekerjaan, Haryadi mengharapkan Pansus DPRD Kota Yogyakarta untuk menelaah persoalan tersebut secara detail. Pada dasarnya menurut Haryadi, Pemkot tetap berkomitmen melakukan pemberdayaan pada insan Malioboro termasuk para PKL hingga pendorong gerobak.

“Kami tetap lakukan pemberdayaan, saya kira sangat banyak hal yang bisa dilakukan di Malioboro. Nanti akan kita rumuskan dan pikirkan,” pungkasnya.

Sementara, salah satu paguyuban pedang Pemalni, melalui ketuanya, Slamet Santoso mengungkap bahwa sebagian besar PKL sudah siap untuk direlokasi. “Secara makro, PKL sudah siap direlokasi baik ke eks Indra atau eks Dinas Pariwisata,” ungkapnya singkat. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI