Remaja Harus Waspada Konten Pornografi dan Perilaku Seks Pranikah

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJOGJA.com – Kesehatan reproduksi (kespro) merupakan isu yang sangat lekat dengan kehidupan remaja, sehingga pendidikan kespro yang komprehensif sangat dibutuhkan oleh mereka. “Di era berkembangnya Iptek dan internet seperti saat ini, pendidikan kesehatan reproduksi haruslah lebih dekat dengan remaja karena tanpa bekal pengetahuan kespro yang baik remaja dapat terjebak pada konten-konten digital yang merugikan seperti kecanduan pornografi dan cyberbullying," kata Fitriana Putri Utami SKM MKes, selaku Ketua Pelaksana Pelatihan, Rabu (04/08/2021).

Dijelaskan Fitriana, berdasarkan pertimbangan tersebut, Tim dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) terdiri dari dirinya, Fitriana Putri Utami SKM MKes, Dedik Sulistiawan SKM MPH dan Nur Syarianingsih Syam SKM MKes menyelenggarakan pelatihan penguatan peran ibu dalam memberikan pendidikan kesehatan reproduksi pada remaja. Tema pelatihan ini dipilih karena ibu-ibu merupakan sosok pendidik sekaligus perawat utama dalam sebuah keluarga.

"Pelatihan ini diawali dengan penyampaian beberapa risiko dalam pergaulan remaja di era digital seperti risiko kecanduan pornografi, cyberbullying hingga perilaku seksual pranikah," ucapnya.

Kemudian dipaparkan materi mengenai strategi komunikasi efektif orangtua dan remaja di era digital yang dapat dijadikan sebagai sarana penyampaian pendidikan kesehatan reproduksi oleh ibu pada remaja.

Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan secara daring pada tanggal 15 Juli – 02 Agustus 2021 ini didukung dana hibah internal dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM UAD) Tahun Akademik 2020/2021 diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam melindungi kespro remaja.

Ditambahkan Fitriana, sasaran kegiatan ini ibu-ibu yang mempunyai anak usia remaja di Dusun Mertosanan Kulon, Desa Potorono, Kapanewon Bangungapan, Kabupaten Bantul. (Jay).

 

UAD

BERITA REKOMENDASI