Rencana Pembelajaran Tatap Muka, Ditelaah Luas dan Hati-Hati

YOGYA, KRJOGJA.com – Pembukaan kembali sekolah untuk pembelajaran tatap muka (luring) secara terbatas di DIY akan dilakukan secara hati-hati. Selain akan melakukan kajian yang komprehensif dengan sejumlah instansi terkait, juga melihat kesiapan satuan pendidikan untuk dapat memenuhi ketentuan dalam pembelajaran tatap muka.

Demikian dikemukakan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Didik Wardaya SE MPd MM kepada KR Minggu (22/11) menanggapi keluarkan Surat Keputusan Bersama
(SKB) 4 Menteri, yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan dan Menteri Agama tentang dibukanya kembali pembelajaran tatap muka mulai
Januari 2021.

Menurut Didik, sebelum keluarnya SKB tersebut, pihaknya bersama instansi terkait dan sejumlah pihak telah mendiskusikan kemungkinan dibuka pembelajaran tatap muka setelah derasnya desakan orang tua. ”Karena harus dengan pertimbangan hati-hati, kajian nantinya akan melibatkan lebih banyak lagi instansi atau pihak terkait. Seperti misalnya Dinas Perhubungan DIY, karena banyak siswa di DIY yang menggunakan angkutan umum. Bagaimana penerapan prokes di angkutan, dan jaminan penegakan prokes,” ujar Didik sambil menambahkan bahwa hasil kajian ini akan disampaikan kepada Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X untuk menjadi pertimbangan untuk memutuskan.

Dijelaskan, masih ada waktu sekitar 1 bulan untuk mengkaji lebih jauh. Dari kajian sementara, dengam memperhatikan faktor risiko dan penyebaran Covid-19 yang terus terjadi, maka selain hatihati juga dilakukan secara bertahap dan tidak mungkin
serentak.

BERITA REKOMENDASI