Renovasi Pembangunan Fisik Sentra UMKM DIY Dimulai 2022

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Renovasi pembangunan sentra Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) DIY naik kelas di eks Hotel Mutiara telah memasuki proses atau tahapan lelang Detail Engineering Design (DED)-nya pada 2021 yang ditargetkan pembangunan fisiknya mulai 2022 mendatang. Upaya pembangunan sentra UMKM DIY naik kelas ini merupakan wujud nyata komitmen Pemda DIY terhadap pengembangan ekonomi, khususnya dalam mendukung pemberdayaan UMKM melalui penataan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Srie Nurkyatsiwi mengatakan pihaknya sudah membuka lelang DED untuk proyek bekas Hotel Mutiara tahun ini. DED ini menjadi bahan pihaknya sebagai dasar melakukan renovasi eks Hotel Mutiara yang akan dimanfaatkan guna memfasilitasi UMKM DIY naik kelas nantinya.

“Kita sudah membuka lelang DED tahun ini, hasilnya sebagai dasar renovasi pembangunan hotel yang akan difungsikan sebagai sentra UMKM DIY. Pembangunan fisiknya sendiri direncanakan pada 2022 dengan harapan bisa dioptimalkan operasionalnya pada 2023 mendatang,” ujarnya kepada KRJOGJA.com di Bangsal Kepatihan, Jumat (04/06/2021).

Siwi menyampaikan pihaknya telah mengeluarkan belanja modal untuk membeli bekas Hotel Mutiara ini dengan tujuan penataan dan pemberdayaan ekonomi khususnya bagi pelaku UMKM DIY supaya naik kelas. Sehingga pembangunan sentra gedung UMKM ini harus segera dilakukan supaya bisa dimanfaatkan pada 2023. Setelah dibeli pada 2020, pihaknya telah merampungkan tahapan kajian uji konstruksi dan kajian mekanisme pengelolaan sentra UMKM di bekas Hotel Mutiara tersebut.

“Kajian konstruksi perlu dilakukan supaya pemanfaatan konstruksinya sudah berbeda dengan sebelumnya, dari sebelumnya hotel kemudian kedepan dalam rangka penataan UMKM DIY naik kelas. Tahapan lelang DED rampung tahun ini lalu dilanjutkan pembangunan secara fisik tahun depan, tentunya kami berkolaborasi lintas sektor baik di lingkungan Pemda DIY maupun Pemkot Yogyakarta,” tuturnya.

Terkait target UMKM yang bisa memasuki sentra UMKM tersebut, Siwi mengaku masih dalam proses pembahasan lebih lanjut. Sebab tidak semua UMKM di DIY bisa masuk di sentra tersebut karena keterbatasan ruang sehingga akan dilakukan proses kurasi. Pihaknya juga menyediakan lokasi-lokasi bagi UMKM yang difasilitasi Pemda DIY apabila tidak dapat difasilitasi dalam sentra UMKM tersebut.

“Yang pasti UMKM punya kualitas bagus, sudah sustainable, satu space bisa diisi beberapa UMKM sekaligus dan ketentuan lain akan dikurasi masuk ke sentra UMKM di eks Hotel Mutiara. Akan ada sistem konsinyasi yang baru kami diskusikan karena harapannya semua diuntungkan supaya program pemberdayaan berjalan, tepat sasaran dan waktu, efektif dan efisien serta aman dan nyaman,” terangnya.

Termasuk gedung sentra UMKM yang dibangun di eks Hotel Mutiara ini merupakan bagian penataan yang tidak lepas dari sumbu filosofi maupun tidak terlepas dari dinamika bisnis model yang berubah menyesuaikan perkembangan teknologi informasi. Pihaknya juga tengah berproses untuk penataan UMKM di kawasan Malioboro baik terkait skema, kelembagaannya, regulasi, SDM pengelola, parkir dan sebagainya.

“Jangan sampai Pemerintah memindahkan UMKM kesana justru tidak berkembang atau hidup, itu semua harus dipikirkan menjadi dalam suatu kesatuan ekosistem. Konsepnya sedang kita matangkan dan tunggu tanggal mainnya yang jelas kita ingin memberdayakan UMKM DIY naik kelas dan melek teknologi digitak baik secara manajerial pengelolaan maupun pemasarannya,” pungkas Siwi. (Ira)

BERITA REKOMENDASI