Rerata Harga Gabah di DIY Bulan Agustus Naik

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Rata-rata harga gabah pada Agustus 2019 di tingkat petani naik 0,84 persen dari harga Rp 4.677,08 di Juli 2019 menjadi Rp 4.716,25/kg dan di tingkat penggilingan naik 1,06 persen dari Rp 4.748,96 di Juli 2019 menjadi Rp 4.799,38/kg. Selama Agustus 2019, tidak dijumpai observasi harga gabah di bawah HPP, baik di tingkat petani maupun tingkat penggilingan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Johanes De Britto Priyono menyampaikan, rata-rata harga gabah setiap bulan mengalami perubahan, harga tertinggi selama tiga bulan terakhir untuk gabah kualitas Gabah Kering Giling (GKG) di tingkat petani maupun di tingkat penggilingan terjadi pada Agustus 2019. Gabah kualitas Gabah Kering Panen (GKP) terjadi kenaikan pada Agustus baik di tingkat petani maupun di tingkat penggilingan.

Baca juga :

Tekad Surip Manunggal Bersama TNI
Pemeliharaan Jaringan Listrik 9, 10, 12 dan 12 September 2019

"Kenaikan gabah kualitas rendah selama tiga bulan terakhir menunjukkan kenaikan baik di tingkat petani maupun di tingkat penggilingan, harga tertinggi terjadi pada Agustus 2019. Secara umum harga gabah di DIY di tingkat petani naik 0,84 persen dan naik 1,06 persen di tingkat penggilingan," papar JB Priyono.

Dibandingkan Juli 2019, JB Priyono menjelaskan rata-rata harga gabah kualitas GKG di tingkat petani naik 2,00 persen sedangkan di tingkat penggilingan naik 2,97 persen. Kualitas GKP di tingkat petani naik 1,57 persen dan naik 1,91 persen di tingkat penggilingan, serta rata-rata harga gabah kualitas rendah naik sebesar 0,92 persen di tingkat petani dan naik 1,03 persen di tingkat penggilingan.

"Harga gabah tertinggi di tingkat petani senilai Rp 5.400/kg pada gabah kualitas GKP dengan varietas Ciherang, Rojolele dan Cianjur terjadi di Nanggulan Kulonprogo serta Moyudan dan Sleman Kabupaten Sleman. Sebaliknya, harga gabah terendah di tingkat petani senilai Rp 4.000/kg pada gabah kualitas GKP dan kualitas rendah dengan varietas Ciherang terjadi di wilayah Pengasih Kulonprogo," terangnya.

BPS DIY melakukan observasi gabah dilakukan di tiga kabupaten yaitu Kulonprogo, Bantul dan Sleman. Observasi gabah sebanyak 80 transaksi, terdiri dari GKG sebanyak 2 observasi 2,50 persen, GKP sebanyak 35 observasi 43,75 persen dan Gabah Kualitas Rendah 43 observasi 53,75 persen pada Agustus 2019. (Ira)

BERITA REKOMENDASI