Rerata Harga Gabah di DIY Naik 2,23 Persen

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Rata-rata harga gabah pada Oktober 2019 di tingkat petani naik 2,23 persen dari harga Rp 4.773,96 di September 2019 menjadi Rp 4.880,21/kg dan di tingkat penggilingan naik 2,21 persen dari Rp 4.845,83 di September 2019 menjadi Rp 4.953,13/kg. Tidak dijumpai observasi harga gabah di bawah harga pembelian pemerintah (HPP), baik di tingkat petani maupun di tingkat penggilingan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Dr Heru Margono MSc mengatakan, observasi gabah dilakukan di tiga kabupaten yaitu Kulonprogo, Bantul dan Sleman. Didapatkan observasi gabah sebanyak 48 transaksi, terdiri dari Gabah Kering Giling (GKG) sebanyak 2 Observasi atau 4,17 persen, Gabah Kering Panen (GKP) sebanyak 24 observasi atau 50 persen dan Gabah Kualitas Rendah 22 observasi sebesar 45,83 persen pada Oktober 2019.

Baca juga :

Dishub Minta Underpass Kentungan Bisa Digunakan Saat Libur Nataru
JIHW 2019 Digelar, Kumpulkan Sampah Dapat Uang hingga Jalan Bareng 'Tamiya'

"Harga gabah tertinggi di tingkat petani senilai Rp 5.600/kg pada gabah kualitas GKP dengan varietas Mentik Wangi terjadi di Ngemplak Sleman. Sebaliknya, harga gabah terendah di tingkat petani senilai Rp 3.600/kg pada gabah kualitas rendah dengan varietas Inpari, IR 64 dan Mekongga terjadi di Pajangan Bantul," papar Heru.

Dijelaskan, rata-rata harga gabah tertinggi selama tiga bulan terakhir untuk gabah kualitas GKG di tingkat petani maupun di tingkat penggilingan terjadi pada Oktober 2019. Begitu juga dengan gabah kualitas GKP rata-rata harga gabah tertinggi pada Oktober baik di tingkat petani maupun di tingkat penggilingan. Sedangkan gabah kualitas rendah menunjukkan penurunan baik di tingkat petani maupun di tingkat penggilingan, harga tertinggi terjadi pada Agustus 2019.

"Rata-rata Kadar Air (KA) dan Kadar hampa (KH) gabah kualitas GKG pada Oktober 2019 sebesar 12,65 persen dan 2,62 persen, sedangkan gabah kualitas GKP pada Oktober 2019 memiliki rata-rata KAdan KH masing-masing sebesar 13,85 persen dan 6,22 persen, dan gabah di luar kualitas pada Oktober 2019 memiliki rata-rata KAdan KH masing-masing sebesar 25,59 persen dan 8,73 persen,” tambahnya. (Ira)

BERITA REKOMENDASI