Revisi UU Guru dan Dosen Sudah Saatnya Dibutuhkan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Revisi UU 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen sudah saatnya dibutuhkan. Hal itu perlu dilakukan selain karena UU guru dan dosen sudah berumur lebih dari 15 tahun, tantangan dalam dunia pendidikan yang semakin kompleks, menuntut guru harus meningkatkan kualitas diri sesuai dengan perkembangan zaman. Karena jika hal itu tidak dilakukan, selain bisa berdampak pada kualitas pembelajaran, dikhawatirkan guru akan mengalami kesulitan untuk menghadapi persaingan.

“Kalau di lihat dari kondisi dan perkembangan yang ada di lapangan, revisi UU guru dan dosen saya kira perlu dilakukan. Tapi revisi itu harus dilakukan dengan berbasis data, sehingga nantinya target yang ingin dicapai bisa benar-benar sesuai harapan. Khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kualitas dan kompetensi guru maupun dosen pascaUU tersebut diterapkan,” kata pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Prof Dr Ariswan MSi DEA menanggapi adanya usulan terkait UU Guru dan Dosen.

Ariswan mengungkapkan, selama ini sejumlah upaya terus dilakukan oleh pemerintah untuk mendukung peningkatan kualitas dan kompetensi guru. Tidak hanya dengan meningkatkan kesejahteraan guru dan dosen lewat tunjangan profesi, namun juga beberapa kegiatan pelatihan. Untuk mengetahui sejauh mana efektivitas dari program (kegiatan) yang dilakukan bisa lewat evaluasi dan melakukan revisi UU tersebut. Karena melalui revisi para guru, pengawas kepala sekolah dan dosen dapat menemukan apa yang baik dan apa yang perlu diperbaiki.

Baca juga :

Mengejutkan! Pelatih PSS Eduardo Perez Moran Mendadak Mundur
Pembina Pramuka SMPN 1 Turi Resmi Ditahan

“Terus terang pendidikan di Indonesia masih perlu sejumlah pembenahan. Semua itu akan bisa dilakukan apabila guru dan dosen mengetahui kelebihan maupun kekurangannya masing-masing. Dengan begitu guru tidak sekadar memberi materi pembelajaran tapi benarbenar bisa melayani siswa,” terangnya. (Ria)

BERITA TERKAIT