Revitalisasi Berlanjut, Sentra PKL Malioboro Dibangun 3 Lantai

YOGYA, KRJOGJA.com – Revitalisasi kawasan semi pedestrian Malioboro sisi Barat, pembangunan gedung tiga lantai eks Bioskop Indra untuk Pusat Pedagang Kakilima (Sentra PKL) serta fasad pertokoan kawasan Malioboro akan dimulai Maret 2018 mendatang.  

Secara garis besar, konsep penataan kawasan semi pedestrian sisi Barat ini tidak jauh berbeda dengan sisi Timur Malioboro. Perbedaanya, di sisi Barat hanya ada tambahan area khusus untuk parkir becak dan andong sebagai moda transportasi tradisional yang bisa melintasi kawasan legendaris di Kota Yogyakarta tersebut.

"Pembangunan pedestrian sisi Barat Malioboro, pemanfaatan eks Bioskop Indra dan penataan fasad bangunan pertokoan Malioboro dilakukan tahun 2018 ini. Lokasi eks Bioskop Indra akan dibangun tempat untuk menampung PKL yang ada di kawasan Malioboro bersamaan dengan penataan pedestriannya, hanya berbeda paket," ujar Kepala Seksi Pembangunan Saran Prasarana Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi dan Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY Arief Azazi Zein kepada KRJOGJA.com di kantornya, Jumat (5/1/2018).

Arief menjelaskan, paket penataan pedestrian dan pembangunan gedung eks Bioskop Indra yang sudah selesai Detail Engineering Design (DED)-nya akan dilelangkan akhir Januari hingga Februari 2018. Pascalelang, pembangunan fisik pedestrian dan bangunan eks Bioskop Indra baru dilakukan pada Maret 2018. Gedung tiga lantai yang akan di bangun di bekas Bioskop Indra ini akan dilengkapi semi basement sebagai tempat penyimpanan barang dagangan PKL.

"Bangunan yang akan menjadi Sentra PKL di kawasan Malioboro ini akan dikelompokkan atau zonasi setiap lantainya. Lantai bawah untuk tempat penyimpanan, lantai pertama untuk zona kuliner kering dan basah, lantai dua untuk zona suvenir dan makanan basah, serta lantai tiga untuk zona pakaian," jelasnya.

Keberadaan moda transportasi tradisional andong dan becak yang selama ini banyak memanfaatkan sisi Barat kawasan Malioboro, menjadikan konsep penataan kawasan ini sedikit berbeda dengan sisi Timur. Karena untuk sisi Barat akan ada ruang parkir untuk becak dan andong, meski daya tampungnya terbatas. Karena itu, transit andong dan becak akan diatur di titik yang sudah ditentukan. Kebijakan itu dilakukan untuk memudahkan koordinasi dan penataan terhadap angkutan tradisional yang identik dengan Kota Yogyakarta.

Alokasi anggaran dalam penataan sisi Barat Malioboro ini sekitar Rp 35 miliar dan untuk pembangunan eks Bioskop Indra sekitar Rp 40 miliar. Dalam penataan sisi Barat, sudah disepakati untuk tetap mempertahankan fasad aslinya. Dinas Kebudayaan DIY juga terus melakukan pemetaan(mapping) tentang fasad (wajah depan bangunan asli) yang ada di sepanjang kawasan Malioboro.

Keberadaan kawasan Malioboro yang menjadi bagian dari sumbu filosofis Yogyakarta, menuntut kecermatan penanganan supaya fasad bangunan yang ada tetap seperti bentuk aslinya dan terjaga kelestariannya.  

"Kalau untuk mapping fasad bangunan di kawasan Malioboro, sebenarnya sudah dilakukan inventarisasi sejak 2017. Jadi tahun 2018 ini tinggal dilakukan penyusunan anggaran untuk pembangunan fasad. Setelah itu pada 2019 baru dilakukan eksekusi pembangunan. Semoga semua program yang sudah kami rencanakan bisa diselesaikan secara tepat waktu, sesuai keinginan Bapak Gubernur," kata Kepala Dinas Kebudayaan DIY Umar Priyono di Kompleks Kepatihan.

Umar Priyono mengatakan, sesuai kesepakatan, pelaksanaan revitalisasi fasad bangunan kawasan Malioboro akan dilakukan secara simultan, dengan tetap mempertahankan keaslian dan kekhasan yang dimiliki, sebagai bagian penting dari Keistimewaan DIY.

"Revitalisasi rencananya dilakukan di sepanjang Malioboro baik sisi Timur maupun Barat. Ada tiga kriteria bangunan yang dipilih yakni, fasad Indische, Jawa, dan campuran Jawa/Pecinan. Guna kelancaran proses ini, pemilik bangunan kami minta untuk berpartisipasi. Mengingat, sebagian besar fasad berbentuk toko dan diharapkan tulisan-toko yang besar tidak menutupi bangunan," tandas Umar seraya menambahkan, nantinya di sepanjang Malioboro akan bebas dari iklan-iklan agar tidak menutupi bangunan asli. (Ira/Ria)

Baca Juga: Revitalisasi Malioboro Segera Berlanjut, Ini yang Bakal Dikerjakan

BERITA REKOMENDASI