Revitalisasi Jokteng Lor Wetan Diharapkan Selesai Tahun Ini

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Paniradya Kaistimewan meminta Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (PTR) atau Kundha Niti Mandala sarta Tata Sasana DIY segera menyelesaikan proses pembayaran ganti untung kepada warga terdampak agar pembangunan fisik proyek revitalisasi dan rekonstruksi bangunan Pojok Beteng (Jokteng) Lor Wetan atau Timur Laut Kraton Yogyakarta segera dilakukan.

Sebelumnya Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan sudah menyampaikan hasil Detail Engineering Design (DED) Jokteng Lor Wetan kepada Kraton Yogyakarta yang akan ditindaklanjuti dengan proses rekonstruksi yang dimulai dengan ekskavasi atau penggalian untuk melihat adanya temuan-temuan baru setidaknya pada Februari 2020 ini.

Baca juga :

Tahun 2030 Kota Yogya Target Bebas Tuberculosis
Merawat Pusaka Perlu Pengetahuan

Paniradya Pati atau Pimpinan Paniradya Kaistimewan Beny Suharsono mengharapkan proyek revitalisasi dan rekonstruksi Jokteng Lor Wetan bisa selesai tahun ini, paling tidak sebelum triwulan IV 2020. Tahapan yang berlangsung tinggal penyelesaian proses administrasi pembayaran ganti untung kepada warga terdampak karena DED sudah diselesaikan penyusunannya tahun lalu.

“Kita sudah tetapkan anggaran dari Dana Keistimewaan (Danais) untuk alokasi proyek revitalisasi dan rekonstruksi Jokteng Lor Wetan tahun ini. Kita sudah jalan administrasinya, maka kami harapkan tidak sampai di triwulan IV tahun ini sudah selesai,” kata Beny.

Beny mengatakan proses ekskavasi seharusnya sudah bisa segera dilakukan karena DED sudah selesai disusun Kundha Kabudayan DIY dan telah disampaikan kepada Kraton Yogyakarta. Tetapi ternyata masih ada perihal penyelesaian pembayaran ganti untung kepada satu warga terdampak yang seharusnya bisa segera dirampungkan.

“Kami juga selalu berkonsultasi dengan Kraton Yogyakarta selaku pemilik bangunan yang akan di rekonstruksi. Termasuk arsitektur, struktur dan sebagainya karena di dalamnya ada nilai yang tidak terbantahkan di mana bangunan tersebut adalah bagian dari proses Kasultanan Yogyakarta,” ujarnya.

Kepala Disbud DIY Aris Eko Nugroho mengaku sudah menyampaikan hasil DED tersebut kepada pihak Kraton Yogyakarta dan sudah berkonsultasi dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset (BPKA) DIY untuk segera mengerjakan proses ekskavasi Jokteng Lor Wetan. Namun, proses ekskavasi baru bisa dilakukan setelah pembayaran ganti untung kepada seluruh warga terdampak selesai semua.

“Kami sudah menyampaikan DED tersebut kepada pihak Kraton Yogyakarta belum lama ini. Setelah itu, kami berkonsultasi dengan BPKA DIY agar bisa melakukan proses selanjutnya. Tetapi kami masih menunggu seluruh pembayaran ganti untung selesai dilakukan baru bisa melanjutkan tahapan berikutnya yaitu ekskavasi,” tandas Aris.

Aris menyampaikan pihaknya akan memulai tahapan rekonstruksi bersama dengan Kraton Yogyakarta, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY dan pihak terkait lainnya diawali dengan proses ekskavasi guna melihat adanya kemungkinan masih ada temuan baru atau tidak. (Ira)

BERITA REKOMENDASI