Revitalisasi Kawasan Malioboro Garap Sisi Barat

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Tahapan revitalisasi kawasan semi pedestrian Malioboro terus bergulir, difokuskan pada penataan sisi barat, fasad dan pembangunan sentra Pedagang Kaki Lima (PKL) eks Bioskop Indra pada 2018. Masyarakat sudah melihat Malioboro berbeda sekarang namun masih terkendala problematika klasik masalah kebersihan, parkir dan PKL. Untuk itu, pemerintah tetap fokus konsisten merampungkan pembangunan infrastruktur kawasan tersebut sembari menyelesaikan dampak sosial yang muncul tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Gatot Saptadi mengatakan penataan kawasan Malioboro tidak hanya sekadar penataan infrastruktur, namun sekaligus menyangkut dampak sosial yang muncul. Setelah dibentuk Sekretariat Bersama (Sekber) kawasan keistimewaan DIY menjadi wadah komunikasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta dan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY untuk menyelesaikan permasalahan di lapangan.

”Kita konsisten baik pembangunan dari segi infrastruktur menyelesaikan sesuai dengan tahapan yang ada pada 2018 ini. Eks Bioskop Indra Setelahnya penataan semi pedestrian sisi timur Malioboro dan pembangunan toilet bawah tanah sudah selesai, kita mulai garap sebagian sisi barat lalu pembangunan eks bioskop Indra, penataan parkir dan fasad bangunan di kawasan Malioboro,” tutur Gatot kepada KRJOGJA.com saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Selasa (02/01/2017).

Gatot menyampaikan pihaknya masih optimis revitalisasi kawasan semi pedestrian Malioboro selesai sesuai target pada 2019. Tahapan pembangunan infrastruktur cukup mudah dan dapat dilihat perkembangannya, justru yang harus dipikirkan adalah pemantauan, pemeliharaan dan sebagainya di kawasan legendaris dan menjadi wajah dari DIY ini.

”Kita belajar dari penataan sisi timur Malioboro yang sudah selesai ternyata banyak hal yang masih menjadi ‘PR’ seperti masalah kebersihan, limbah, parkir, PKL dan lain-lain. Kita tidak pernah bosan mengimbau masyarakat agar bersama-sama terlibat langsung dalam pemeliharaan demi eksistensi Malioboro,” tandasnya.

Mantan Asekda Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY ini mengaku problematika sampah, parkir dan PKL di kawasan Malioboro masih menjadi bagian yang terus ditangani bersama-sama. Sekber kawasan akan mengajak duduk bersama tanpa melihat kewenangan, sumber dana dan sebagainya untuk memutuskan bersama khususnya penanganan kawasan Malioboro.

”Penanganan kawasan Malioboro tidak bisa dilakukan satu pihak saja, itu bagian dari semuanya dan melibatkan semua sektor. Disini sekber akan menjalankan fungsinya untuk mengatur dan mengurai problematika yang ada di Kawasan Malioboro,” imbuh Gatot. (Ira)

BERITA REKOMENDASI