Revitalisasi Pasar Pingit Masih Tunggu Lelang

YOGYA (KRjogja.com) – Pasar Pingit menjadi satu-satunya pasar tradisional di Kota Yogya yang akan direvitalisasi pada tahun ini. Meski sudah diputuskan akan dikerjakan usai Lebaran, namun realisasinya masih menunggu proses lelang guna menentukan pihak ketiga.

Setiap tahun, Pemkot Yogya selalu mengalokasikan revitalisasi pasar tradisional dengan sasaran dua hingga tiga unit pasar. Namun tahun ini APBD Kota Yogya lebih fokus untuk infrastruktur pendidikan dan kesehatan sehingga revitalisasi pasar tidak lagi dialokasikan.
"Kebetulan kami memperoleh program pembantuan dari pemerintah pusat untuk melakukan revitalisasi pasar dan dipilih Pasar Pingit. Sehingga program ini masih tetap ada meski bukan dari APBD Kota Yogya," terang Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian (Disperindagkoptan) Kota Yogya, Lucy Irawati, Kamis (14/07/2016).

Total dana dari program pembantuan dari pemerintah pusat tersebut mencapai Rp 6 miliar. Dana itu dinilai cukup tinggi lantaran selama ini alokasi revitalisasi pasar dari APBD tidak lebih dari Rp 3 miliar. Oleh karena itu, volume kegiatan juga menjadi lebih besar.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkoptan Kota Yogya, Sri Harnani menambahkan, seluruh luasan di Pasar Pingit akan dirombak total. Sehingga semua pedagang yang mencapai sekitar 200 orang, akan dipindahkan ke lapak sementara. Lokasi lapak sementara berada di selatan Pasar Pingit yang menempati area Sultan Ground (SG). "Kebetulan izin pemanfaatan tanah SG untuk lapak sementara para pedagang di Pasar Pingit sudah kami kantongi. Sekarang sedang penyiapan lapak sekaligus menunggu proses lelang," imbuhnya.

Sesuai rencana, proses pembangunan ulang Pasar Pingit akan memakan waktu hingga 4,5 bulan. Sehingga pada akhir tahun sudah bisa ditempati. Meski demikian, izin pemanfaatan tanah SG untuk lapak sementara tersebut akan berakhir hingga Februari 2017. Hal ini guna mengakomodir pedagang jika ada kemungkinan molor untuk pindah ke lokasi yang lama. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI