Revitalisasi Pedestrian Sudirman Tahap Tiga Dianggarkan Rp 19,9 M

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemkot Yogya dipastikan akan kembali melanjutkan program revitalisasi pedestrian Sudirman. Terutama tahap ketiga yang menyasar Simpang Galeria hingga Simpang Gramedia. Aspirasi puluhan pedagang kaki lima (PKL) yang sudah bertahun-tahun berjualan di sana diharapkan mampu terakomodasi.

Ketua Komisi C DPRD Kota Yogya, Ririk Banowati menjelaskan jajarannya sudah mengundang mitra kerjanya terkait rencana revitalisasi tersebut. “Sebelumnya ada teman-teman PKL yang menggelar audiensi ke pimpinan. Kemudian dilimpahkan ke kami. Sudah kami sampaikan ke mitra kerja agar ada solusi yang akomodatif,” jelasnya.

Hasil dari koordinasi dengan mitra kerja, terutama Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogya, ditargetkan proyek tersebut sudah masuk lelang akhir bulan ini. Selanjutnya pekerjaan fisik akan bisa dilakukan setelah lebaran.

Sebelum realisasi pekerjaan fisik, diharapkan masalah sosial sudah bisa terpecahkan. Menurutnya, salah satu solusi untuk relokasi PKL ialah kawasan di Jalan Sam Ratu Langi. Kapasitas jalan di sana terbatas sehingga tidak akan mampu menampung seluruh PKL yang terkena dampak. Di samping itu, di sana juga terdapat rumah dinas pejabat tinggi negara sehingga perlu diperhatikan

“Aspirasi PKL ini perlu dibahas bersama mitra kerja yang mengampu. Tetapi harapan kami semua bisa memperoleh solusi yang terbaik,” tandasnya

Terkait pekerjaan revitalisasi pedestrian dari Simpang Galeria hingga Simpang Gramedia, dialokasikan Rp 19,9 miliar dari dana keistimewaan. Konsep pembangunan seperti tahap pertama yang menyasar Simpang Gramedia hingga Jembatan Gondolayu, yakni sebagai penopang kawasan Kotabaru.

Oleh karena itu keberadaan taman yang selama ini terpagar tinggi akan dibongkar dan disesuaikan dengan landmark trotoar. PKL juga tidak lagi diperkenankan berjualan di sana guna memberikan ruang bagi pejalan kaki.

Sementara itu, menyangkut jumlah PKL, hasil pendataan dari Kemantren Gondokusuman tercatat 48 orang. Sejak tahun 2019 sudah diberikan sosialisasi terkait rencana revitalisasi.

Sesuai amanat perda maupun dalam izin yang diterbitkan pihak kemantren, terdapat pernyataan jika sewaktuwaktu akan digunakan untuk kepentingan publik maka harus merelakan. Meski tidak ada kewajiban untuk menyediakan lahan untuk relokasi, namun pihak kemantren tetap akan mengupayakan. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI