Ribuan Pesilat ‘Adu Jurus’ di Kawasan Malioboro

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pesta akbar ajang berkumpulnya para pecinta Pencak Silat, bertajuk Pencak Malioboro Festival kembali digelar akhir pekan ini, Jumat (06/09/2019) – Minggu (08/09/2019). Ribuan pesilat dari berbagai daerah Indonesia dan luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Hungaria, Jepang hingga Australia hadir bersilaturahmi sembari beradu jurus di pelataran Monumen Serangan Oemoem 1 Maret Yogyakarta.

Divisi Publikasi Pencak Malioboro Festival, Sinta Kertasari mengatakan tahun 2019 ini para peserta yang ikut hadir ke Yogyakarta terlihat lebih antusias daripada lima tahun terakhir. Hal tersebut tampak dari persiapan lebih total dari 100 lebih padepokan lebih yang hadir di Yogyakarta.

Baca juga :

Ribuan Pesilat Akan Berkumpul di Yogyakarta, Ada Apa?
14 Negara Ikuti Kejuaraan Dunia Pencak Silat Tapak Suci

“Jumlah peserta yang datang ke Yogya tahun ini lebih dari 7.000 dan mereka akan ikut pawai di Jalan Malioboro Minggu (8/9/2019) besok. Tidak hanya dari Indonesia saja yang datang tapi beberapa negara lain seperti Malaysia, Singapura, Hungaria, Jepang dan Australia. Mereka ikut Berlebaran sekaligus belajar filosofi pencak secara keseluruhan,” ungkapnya disela lomba koreografi silat.

Beberapa agenda diikuti para peserta mulai camping budaya pencak silat, lomba koreografi hingga pawai parade pencak. “Yang ikut lomba koreo ini sampai 40 tim lho, dua hari dari Jumat sampai Sabtu ini. Mereka total persiapan mulai kostum, gerakan hingga musik dipikirkan saat ini. Perkembangan yang menarik untuk pencak kita,” sambung Sinta.

Secara khusus pula di tahun 2019 ini Pencak Malioboro Festival ingin menyampaikan pesan persatuan terlebih di tengah kondisi Indonesia yang cukup menarik dinamikanya saat ini. “Upaya dari Yogyakarta untuk meminimalkan residu pertentangan antar kelompok sebagai dampak dari Pemilu Presiden 2019. Indonesia Damai yang menjadi tema utama Pencak Malioboro Festival 6 membuktikan bahwa Pencak Silat dengan filosofinya mampu menyatukan banyak perbedaan dalam satu kecintaan,” ungkapnya lagi.

Di agenda lomba koreo pencak sendiri, seluruh peserta menunjukkan penampilan terbaik baik dalam gerakan, kostum dan musik. Hal tersebut menjadi tren positif bagi perkembangan pencak silat di Indonesia. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI