RKPD 2020 Tekankan Pengembangan SDM dan Sektor Strategis

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) DIY 2022 menekankan fokus utamanya pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan sektor strategis. Selain itu, Pemda senantiasa terus berupaya melakukan tindak lanjut terkait pembangunan kesehatan dan sosial masyarakat setelah pandemi Covid-19.

“Ada tiga tematik pembangunan DIY pada 2022 yang bertujuan untuk mengatasi ketimpangan wilayah, kemiskinan dan pendapatan,” kata Wakil Gubernur DIY, Paku Alam X di Gedhong Pracimosono, Rabu (24/02/2021).

Paku Alam X mengatakan beberapa langkah strategis yang akan dilakukan Pemda DIY pada 2022 antara lain pembangunan jalan akses Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur, pembuatan sistem pengelolaan sampah skala regional, pembangunan jalan baru dan pembangunan pelabuhan perikanan bertaraf internasional.

Selanjutnya, percepatan penurunan kematian ibu dan stunting, pendidikan dan pelatihan vokasi bagi industri 4.0 dan peningkatan infrastruktur teknologi informasi guna mendukung transformasi digital. “Terkait akses jalan KSPN Borobudur tersebut akan dibangun ruas jalan Temon-Borobudur di Kulonprogo dan pembangunan jalan Prambanan-Gayamharjo,” tambahnya.

Dengan adanya ruas jalan baru ini diharapkan mampu menghubungkan Bandara Internasional Yogyakarta (BIY) dan KSPN Borobudur maupun exit jalan tol Yogya-Solo dengan KSPN Prambanan, KSPN Karst Gunungkidul dan KSPN Pantai Selatan.

Pemda DIY juga menekankan pembangunan pelabuhan ikan bertaraf internasional guna meningkatkan produksi perikanan tangkap di DIY. Pelabuhan tersebut akan didesain dapat memuat 400 kapal dengan 5.000 nelayan setiap tahun. Dengan potensi target tangkapan produksinya bisa mencapai 27.400 ton/tahun atau senilai Rp 276 miliar per tahun.

“Peningkatan jumlah produksi ikan harus diimbangi dengan pemberdayaan masyarakat DIY baik yang berprofesi sebagai nelayan, bagian pengolahan, perdagangan, logistik dan perbekalan agar menyerap tenaga kerja sehingga peningkatan kesejahteraan,” imbuh Wagub.

Selanjutnya, Paku Alam menuturkan fokus utama lainnya adalah percepatan penurunan kematian ibu dan stunting. Penanggulangan stunting ditekankan dari sisi penekanan angka kematian ibu dan angka kematian bayi juga perlunya peningkatan kapasitas tenaga kesehatan serta memberikan layanan kesehatan bagi penduduk terdampak krisis kesehatan dan meningkatkan mutu layanan fasilitas kesehatan.

“SDM khususnya lulusan sekolah atau pencari kerja di DIY harus menguasai pengetahuan dan keterampilan di bidang teknologi informasi,” ujarnya.

Pemda DIY juga berupaya agar DIY menjadi zero blankspot dengan menyediakan layanan internet cepat untuk mendukung digitalisasi sektor UMKM, sosial, pariwisata dalam penanganan dampak pandemi Covid-19. Selain itu, pihaknya juga mendorong peningkatan pelatihan softskill pada industri 4.0 seperti pelatihan keterampilan kerja, bursa kerja, sertifikasi uji kompetensi, pemagangan bagi pencari kerja dan lainya. (Ira)

BERITA REKOMENDASI