RS Jogja Nombok Rp 7 M Penangangan Pasien Corona

Editor: KRjogja/Gus

UMBULHARJO, KRJOGJA.com – Salah satu rumah sakit rujukan pasien corona di Kota Yogya, RS Jogja diketahui nombok hingga Rp 7 miliar untuk biaya penanganan pasien covid-19 selama 6 bulan. Hal ini terjadi setelah tunggakan klaim yang belum dibayarkan sepenuhnya oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hingga berdampak pada operasional RS Jogja.

Seperti dilansir dari harianmerapi.com, Direktur Utama RS Jogja Ariyudi Yunita menyebut, total klaim biaya penanganan pasien Covid-19 yang diajukan RS Jogja ke Kemenkes mencapai Rp 8,6 miliar. Tapi klaim itu baru dibayarkan dengan uang muka 20 persen atau senilai Rp 1,6 miliar oleh Kemenkes.

“Itu klaim sejak April sampai Oktober. Pengajuan klaim ke Kemenkes dan verifikasi klaim oleh BPJS Kesehatan,” kata Yunita kepada wartawan, Jumat (16/10).

Dia menyebut, klaim penanganan pasien Covid-19 di RS Jogja terakhir diajukan pada Oktober 2020. RS Jogja juga telah melakukan komunikasi dan konfirmasi ke BPJS Kesehatan terkait klaim yang belum dibayarkan Kemenkes. “Setelah kami konfirmasi ulang ada berkas yang dispute

(ketidaksepakatan),” ujarnya.

Diakuinya klaim biaya penanganan pasien Covid yang belum dibayarkan penuh itu berdampak pada operasional RS Jogja. Mengingat dalam menangani pasien Covid-19 membutuhkan biaya besar. Di sisi lain, jumlah pasien di RS Jogja menurun selama pandemi Covid-19 sehingga pendapatan rumah sakit pun menurun. Praktis untuk biaya penanganan pasien sejak Maret lalu, menggunakan sumber dana lain.

BERITA REKOMENDASI