Rumah Tan Jien Sing Ramai Didatangi Pengunjung

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pameran Living Museum, Rumah Peranakan, Rumah Kapiten Tan Jien Sing atau KRT Secodiningrat di Kampung Ketandan dalam rangkaian Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY), menarik minat pengunjung juga pemerhati budaya Tionghoa. Rumah yang ditata layaknya kondisi tahun 1810-an sangat kental akulturasi budaya Tionghoa, Eropa/kolonial dan juga Jawa.

"Semua perabot dan penataan ruangan kita buat seperti di masa Kapiten Tan Jien Sing, ada ruang tunggu, ruang tamu, dua kamar tidur dengan bed bergaya kolonial. Di ruang tengah ada tempat sembahyangan khas Tionghoa," jelas Koord Divisi Pameran Agus Handoko.

Baca juga :

Revitalisasi Jokteng Lor Wetan Diharapkan Selesai Tahun Ini
2020 Perempuan Berkebaya Bakal Pecahkan Rekor Dunia

Handoko menyebutkan, Tan Jien Sing adalah keturunan Tionghoa yang mengemban posisi bupati pada era Sri Sultan Hamengku Buwono III menyandang gelar Raden Tumenggung Secodiningrat. "Tan Jien Sing memimpin masyarakat Tionghoa Yogyakarta saat itu. Tan Jien Sing berhasil mengemban posisinya dengan baik dan masyarakat mengenalnya sebagai sosok cakap dan pandai," ujarnya.

Tan Jin Sing dianggap mampu mengolaborasikan ketajaman seorang Tionghoa dan kecerdikan orang Jawa, menguasai berbagai bahasa, mulai dari Melayu, Belanda, Inggris, Hokkian, Jawa krama inggil dan ngoko. (R-4)

BERITA REKOMENDASI