Saat Buku dan Musik Bersatu dalam Mocosik

MEMASUKI tahun ketiga, festival buku dan musik Mocosik tahun ini mengangkat tema “Buku, Musik dan Kamu” yang melibatkan kaum milenial dan juga record store yaitu komunitas musik yang ada di Jogja. Ide ini muncul akhibat keprihatinan tentang berkurangnya minat baca kaum milenial saat ini.

Tahun ini ada yang berbeda dari Mocosik pada tahun-tahun sebelumnya, “bukan hanya panggung musik dan tahun buku yang berbeda, kalau tahun sebelumnya belum ada panggung besar, tahun ini bakal ada panggung besar dengan menampilkan Agus Noor yang akan konser membawakan puisi diiringi dengan musik dengan menggandeng para penyair dan seniman,” jelas Irwan Bajang selaku Program Director Mocosik #3 pada presscon di Medpresso Coffee Garden Gejayan (01/08).

Ide yang diprakarsai oleh Anas Syahrul Alimi Founder Mocosik seakan gayung bersambut dengan banyaknya partisipan yang bakal meramaikan perhelatan ini yang terdiri dari 120 penerbit buku dan 68 penampil. Di panggung music akan menampilkan sejumlah musisi di antaranya Tulus, Yura Yunita, Pusakata, Ebiet G. Ade dan yang lainnya.
Persis dengan tahun sebelumnya, buku merupakan tiket masuk. Untuk masuk ke area Mocosik, pengunjung cukup membeli buku, di mana hasil penjualan buku tersebut akan dikembalikan ke penerbit. 

Co Founder Mocosik Bakkar Wibowo menambahkan “dalam panggung akan terlihat menyatu, kita Akan membangun kolaborasi menarik antara musik dan buku. Ada pula talkshow tentang buku yang menginspirasi dalam pembuatan sebuah lagu. Kita ingin menunjukkan buku menjadi kesatuan yang utuh. Selain itu kita juga ingin menghadirkan konten creator”.

Festival ini akan diselenggarakan selama tiga hari (23-25 Agustus 2019) di Jogja Expo Center. Tersedia pula hot sale buku di area khusus dengan harga buku mulai dari Rp 10.000 an. (*)

BERITA REKOMENDASI