Saat Buruh Gendong Beringharjo Berlatih ‘Public Speaking’

YOGYA, KRJOGJA.com – Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) melaksanakan inovasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan mengusung KKN tematik di pasar tradisional. Dalam kegiatan KKN ini, mahasiswa bukan hanya ditempatkan di sebuah desa melainkan di pasar yang tersebar di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta untuk membantu mengurai permasalahan yang dihadapi warga pasar. 

Salah satu kelompok yaitu kelompok 43, mengadakan kegiatan KKN Tematik di lokasi paguyuban buruh gendong Pasar Beringharjo Tengah, tepatnya di lorong sebelah ruang Sentong Endong-Endong Minggu (10/02/2019). Kegiatan tersebut menarik karena mahasiswa memberikan pelatihan Public Speaking bagi para buruh gendong.

Praktisi Imam Maulana dan Syahendi Okka Arsada dihadirkan untuk melatih para buruh gendong dengan tema peningkatan percaya diri untuk berbicara di depan umum. Materi ini meliputi ice breaking "topi saya bundar", pemberian motivasi supaya percaya diri, tips dan trik berbicara di depan umum secara efektif, serta praktek secara langsung untuk berbicara di depan umum. 

Pemilihan pelatihan public speaking pada buruh gendong bukan asal dipilih begitu saja. UMBY berharap para buruh bisa percaya diri dan berani dalam menunjukkan eksistensi diri saat berada di pasar terlebih kala menawarkan jasa gendong. 

“Pelatihan ini diharapkan dapat membantu para buruh gendong untuk lebih percaya diri dan tidak grogi, sehingga mereka dapat mengemukakan pendapat ataupun bertanya saat mengikuti acara di forum-forum resmi. Disamping itu, manfaat lain yang dapat dirasakan dan dapat digunakan sebagai bekal ilmu untuk mereka agar mereka semakin berani dan percaya diri dalam menawarkan jasa gendong dengan senyum dan keramahan,” ungkap Kenan Nalendra salah satu mahasiswa KKN tematik UMBY kelompok 43.

Keseruan terjadi lantaran para buruh gendong kerap kali menyampaikan celotehan lucu dengan Bahasa Jawa yang sebenarnya menyiratkan makna mendalam. Profesi buruh gendong yang hampir seluruhnya dilakukan kaum perempuan memang menjadi salah satu pekerjaan yang berat dengan upah tak seberapa. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI