Saat Malioboro Tanpa Kendaraan jadi Objek Seni Lukis

YOGYA, KRJOGJA.com – 103 perupa dari berbagai daerah di Indonesia turun ke Jalan Malioboro tepatnya simpang empat 0 kilometer Selasa (10/12/2019). Mereka menuangkan imajinasi, menggambar suasana melalui kanvas tentang Malioboro yang akan jadi sejarah di masa depan. 

Para pelukis tersebut memilih momen Selasa Wage untuk membuat karya. Momen di saat tidak ada kendaraan bermotor melintas di pusat Kota Yogyakarta. 

“Melukis bareng ini kita kaitkan, yang pertama pas Selasa Wage sebagai salah satu hari istimewa di Yogyakarta, karena kendaraan bermotor tidak boleh masuk kawasan Malioboro. Temannya Malioboro, Sambang Sambung Malioboro, sambang itu mengunjungi, sambung menghubungkan. Jadi menyambung dan menghubungkan Malioboro dengan para seniman,” ungkap panitia kegiatan Melukis Bersama di Titik Nol Kilometer, Godod Sutejo. 

Godod menambahkan, tercatat 103 pelukis ikut dalam kegiatan tersebut. Beberapa disebut dari luar kota dan sengaja terlibat untuk melukis kawasan Malioboro. 

"Untuk pesertanya ada 103 orang, dan 24 diantaranya dari luar Kota seperti dari Jakarta, Surabaya, Banyuwangi, Malang, Semarang, Mojokerto hingga Blitar. Dengan acara ini, kita berharap kedepannya banyak orang yang tertarik untuk melukis di Malioboro, khususnya saat Selasa Wage,” ungkapnya lagi. 

Sore nanti setelah seluruh lukisan selesai, karya akan dipamerkan di Posnya Seni Godod, Kelurahan Suryodiningratan, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta. “Siapa saja yang ingin melihat bagaimana perupa merespon Malioboro, silahkan datang,” pungkasnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI