Saat Para Jendral ‘Curhat’ Perjalanan Hidup

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Jendral bintang dari TNI dan Polri alumni Akabri 1985 ‘Delima Nusantara’ menjalani reuni mengambil tajuk Bersatu Untuk Negara di Kampayo XT Square Jumat (07/12/2018). Menarik, ketika para jendral aktif yang kini bertugas di berbagai daerah menyampaikan kisah perjalanan hidup masing-masing yang ternyata penuh warna.

Ketika lencana di pundak tak lagi dikenakan maka keseruan cerita yang terdengar dari mulut para jendral angkatan 1985 tersebut. Cerita mencari celah makan di tingkat pertama sampai mendapat hukuman senior hingga kisah kasih yang mungkin tak biasa dialami anak muda pada umumnya terkuak dalam dialog cair yang terjadi di panggung Kampayo.

Salah satunya datang dari Mayor Jendral Juwondo yang mengaku sering kali berbagi makanan hasil ‘rembes’ pada teman-teman satu barak saat di Akabri. “Biasanya kalau malam jam 10-11 kami sudah harus tidur, lampu di barak dimatikan, pakai piama dan masuk dalam kelambu. Tapi karena lapar ya berani lompat keluar untuk beli makanan, dulu sebutannya rembes. Nah ketika sampai di barak kemudian teman-teman tahu semua maka makanan dibagi satu barak,” kenangnya.

Berbeda lagi cerita perjalanan yang disampaikan Brigjen Polisi Joko Irianto saat memutuskan masuk Akabri pada tahun 1985. Saat itu Joko mengaku sangat dendam pada taruna lantaran kakak perempuannya diputuskan pacar taruna saat lulus dan berpindah lokasi dari Magelang.

“Niat awal saya balas dendam karena kakak saya dipacari taruna di Magelang tapi kemudian diputuskan saat lulus. Maka saya akhirnya balas dendam ingin masuk Akabri dan ternyata terwujud, jadilah saya jangkrik (sebutan taruna masa itu). Tapi setelah itu saya menyadari bahwa mengabdi negara tak boleh karena dendam, tak boleh menyakiti orang lain,” ungkapnya.

Dialog yang semakin cair pun terjadi diantara para jendral Delima Nusantara malam tadi. Namun, ketika diminta bercerita tentang kisah cinta, mulailah para jendral yang identik dengan ketegasan mulai memerah wajahnya. Apalagi, para istri mereka juga ikut serta dalam acara yang dikemas santai tersebut.

“Aduh, bisa ganti pertanyaan yang lain atau tidak ini karena jawabannya pasti ada banyak versi serius, bercanda dan kepepet. Ada kode dari depan (menunjuk para istri),” kelakar Marsekal Muda TNI Abdul Muis.

Terungkap pula dalam dialog santai tersebut mengapa para taruna sangat gemar seolah bergonta-ganti pasangan saat menjalani pendidikan. MC Indro Kimpling Suseno akhirnya mampu membuat para jendral mengungkap adanya keharusan membawa pasangan perempuan saat malam keakraban di mana bila tak dilakukan sang taruna bakal terkena hukuman senior.

Keseruan yang tercipta di panggung Kampayo XT Square sendiri menurut Marsda TNI Gutomo, Ketua Panitia Reuni Delima Nusantara Ke-33 merupakan bagian awal pemanasan. Selama dua hari kedepan hingga Minggu (09/12/2018) 550 personil Delima Nusantara yang kini bertugas di berbagai bidang di seluruh Indonesia akan berkumpul dan mengenang perjuangan masa lalu saat sama-sama beralmamater Akabri 1985.

“Kami ingin merajut silaturahmi dan persaudaraan dengan rekan satu angkatan 85 (delima), total kami ada 550 dan akan hadir termasuk membawa keluarga sehingga kemungkinan total 1100 orang. Kami ingin menyampaikan pada masyarakat luas bahwa kekeluargaan, persaudaraan dan rasa saling membantu itu tak terbatas hilang setelah kita memiliku kehidupan masing-masing. Inilah inti berbangsa yang sebenarnya,” ungkapnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI