Sampah Menumpuk di Gunungketur, Siswa Terganggu

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Tempat pembuangan sampah sementara di banyak lokasi di Kota Yogyakarta terlihat kumuh Rabu (27/3/2019). Penutupan akses masuk Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) sejak Minggu (24/3/2019) lalu berdampak sangat besar pada sampah di Kota Yogyakarta. 

Di Gunungketur Pakualaman salah satunya, pembuangan sampah sementara warga yang berjarak cukup dekat dari sekolah membawa dampak negatif. Aktivitas luar ruangan siswa Taman Kanak-Kanak (TK) Graha Asih Anak dan SD Kanisius yang berada disebelahnya menjadi terganggu. 

Ketika cuaca cerah dan angin tak terlalu banyak, bau sedikit tak terasa. Namun ketika hujan datang dan angin mengarah ke sekolah tersebut, maka bau tak sedap pun menyengat. 

“Setelah TPST Piyungan ditutup jadi meresahkan baunya. Kalau habis hujan itu baunya sampai sekolah. Senin hari pertama itu sudah bau karena Minggu sudah numpuk. Kebetulan kalau main diluar tergantung angin pas ke sini ya bau, ya anak-anak pakai masker sendiri,” ungkap salah satu guru TK, Purwanti. 

Beruntung, hingga hari keempat setelah melubernya sampah di lokasi yang berjarak 3 meter dari sekolah, belum ada siswa yang mengeluh sakit akibat bau dan efek tumpukan sampah. “Saat ini belum ada yang sakit, semoga tidak ada. Mudah-mudahan lekas diambil dan dibersihkan ya, karena mengganggu kalau sudah menumpuk begitu,” sambungnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI