Sanksi Tipiring Tak Bikin Jera Jukir Nakal

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Sanksi yang dijatuhkan oleh pengadilan bagi oknum juru parkir (jukir) yang terbukti melanggar dinilai belum mampu menimbulkan efek jera. Hal ini lantaran beberapa oknum jukir yang pernah terjaring, kedapatan kembali melakukan pelanggaran yang sama.

Kepala Bidang Perparkiran Dinas Perhubungan Kota Yogya Imanuddin Aziz, menjelaskan akhir tahun 2018 lalu pihaknya berhasil menertibkan tiga oknum jukir yang melanggar peraturan. "Ketiganya langsung kami ajukan tindak pidana ringan (tipiring). Ternyata sanksi yang dijatuhkan masih terbilang rendah," katanya.

Sanksi yang dijatuhkan oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Yogyakarta ialah denda sebesar Rp 100.000. Padahal dari ketiga oknum jukir yang terjaring tersebut, terdapat satu oknum yang melakukan kesalahan berulang.

Sanksi yang diberikan ke oknum itu pun sama dengan dua orang lainnya yang baru pertama kali melakukan pelanggaran. Oleh karena itu, dalam kesempatan lain pihaknya berharap ada sanksi yang berbeda bagi oknum yang melalukan pelanggaran berulang. Hal ini agar sanksi tersebut memiliki nilai edukasi serta memunculkan efek jera.

"Tapi bagaimanapun keputusan pengadilan harus dihormati. Harapan kami memang setiap sanksi bisa memunculkan efek jera. Apalagi pelanggaran parkir ini kan ancamannya bisa sampai jutaan rupiah," akunya.

Kendati sanksi dinilai masih ringan, namun petugas Dinas Perhubungan tidak akan menyurutkan aksi penertiban terhadap pelanggaran parkir. Sepanjang tahun 2018 lalu, sedikitnya sudah ada 33 jukir yang dikenai tipiring. Masingmasing terdiri dari hasil penertiban akhir tahun 3 orang, musim Lebaran terjaring 22 orang, dan kegiatan insidental ada 8 orang.

Aziz memastikan, dalam kondisi biasa atau selain hari libur pihaknya juga akan tetap patroli. Terutama menyasar lokasi larangan parkir yang rawan dimanfaatkan penitipan kendaraan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Begitu juga jika ada laporan masyarakat, sebisa mungkin saat itu juga akan ditindaklanjuti. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI