Satgas Pangan Pantau Distribusi Bawang Putih

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Kenaikan harga bawang putih maupun komoditi bahan pangan lainnya di DIY tidak perlu disikapi dengan berlebihan. Pemda DIY tidak akan pasif menyikapi kondisi pasar dengan mencari alternatif lain agar tidak terlalu mengandalkan bawang putih impor.

Sekda DIY Gatot Saptadi mengatakan, kejadian tersebut sudah berulang terus menerus setiap tahunnya. Kuncinya untuk menjaga kestabilan harga bahan pangan memang dari produksi, distribusi dan pemasaran.

“Jika kita samasama menyadari itu, dari sisi konsumsi dimungkinkan bisa beralih menggunakan bawang putih varian lainnya selain kating yaitu bawang putih sinco. Kita punya alternatif bawang putih lainnya dan bisa membantu untuk memenuhi kebutuhan konsumen,” katanya.

Gatot menjelaskan, dari sisi distribusinya tetap harus dimonitoring dengan melibatkan Satuan Petugas (Satgas) Pangan untuk mengantisipasi supplier yang bermain dan mencermati permainan di tingkat distributor. Sedangkan dari sisi produksi, baik dengan impor maupun tidak impor merupakan kebijakan Pemerintah Pusat bagi Pemda DIY tidak terlalu dipermasalahkan.

“Harga bahan pangan selama ini tidak semata-mata dipengaruhi oleh produksi, di samping itu ada pengaruh dari distribusi. Siklusnya itu saja, tetapi kita berusaha aktif menjaga agar tidak terjadi gejolak harga bahan pangan yang berlebihan sehingga mempengaruhi inflasi di DIY kedepannya,” terang Gatot.

Sementara itu, beberapa bahan pangan di sejumlah pasar di Kota Yogyakarta masih mengalami fluktuasi. “Fluktuasi harga masih dialami bawang putih kating, bawang merah, telur ayam negeri dan cabai merah,” imbuh Kepala Disperindag DIY Aris Riyanta.

Harga bawang putih kating naik dari Rp 43.350 menjadi Rp 43.700/kg, bawang merah naik dari Rp 33.700 menjadi Rp 34.000- /kg, cabai merah besar naik dari Rp 22.00 menjadi Rp 23.300/kg dan telur ayam ras naik jadi Rp 23.000/kg. Sedangkan harga komoditi turun hanya beras C4 dari Rp 10.700 menjadi Rp 10.500/kg, beras IR 64 dari Rp 10.600 menjadi Rp 10.400/kg, beras Menthik Wangi Susu dari Rp 12.200 menjadi Rp 11.800/kg, cabai rawit merah dari Rp 18.700 menjadi Rp 18.000 dan cabai rawit hijau dari Rp 17.000 menjadi Rp 16.300- /kg.

“Bahan pangan lainnya relatif stabil seperti gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, daging sapi dan daging ayam,” pungkasnya. (Ira)

BERITA REKOMENDASI