#SayaPancasila Jangan Jadi Jargon Saja!

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Diskusi menarik terjadi di acara sarasehan bertajuk #SayaPancasila bersama anggota DPR RI Daerah Pilih DIY Sukamta, Budayawan HM Jazir Asp dan Letkol Infantri Rudi Firmansyah, Minggu (4/6/2017) malam. Dalam diskusi tersebut, disampaikan pentingnya pemahaman Pancasila bagi seluruh elemen bangsa. 

Sukamta menyampaikan saat ini banyak elemen masyarakat yang baru sebatas mengungkap jargon Saya Pancasila. Namun, tak sedikit yang tidak memahami makna sesungguhnya dari ideologi bangsa Indonesia ini. 

"Saat ini Pancasila hanya berhenti pada jargon-jargon #SayaPancasila, tapi orang tak tahu apa makna Pancasila yang sebenarnya. Mestinya setiap komponen bangsa mendiskusikan secara serius ide, gagasan dan konsep implementasi Pancasila", ungkap Sukamta.

Sukamta menilai, saat ini institusi pendidikan seakan lebih tertarik membahas ideologi lain seperti kapitalis dan sosialis dalam beebagai kesempatan perkuliahan. "Mestinya ideologi bangsa sendiri lebih banyak didiskusikan, istilah sakral bukan berarti tidak boleh dikaji dan dikembangkan, inilah yang harus dipahami bersama," lanjutnya lagi. 

Legislator DIY inipun berharap agar masyarakat memahami betul implementasi Pancasila dalam hidup sehari-hari untuk memastikan keberlanjutan NKRI. "Jangan sampai hanya jadi jargon belaka, harus diimplementasikan," pungkasnya. 

Sementara Letkon Infantri Rudi Firmansyah menyampaikan masa saat ini semua elemen baik TNP/ Polri maupun masyarakat harus bersatu menangkal ideologi asing masuk merusak Pancasila. Dandim Kota Yogyakarta ini menegaskan bawasanya Pancasila sudah merupakan ideologi final Indonesia yang tak lagi perlu diubah. 

"Sekarang saatnya kita semua warga negara Indonesia untuk bersatu menjaga Pancasila dan NKRI. TNI siap menjadi garis depan penjaga Pancasila bersama masyarakat," ungkapnya. 

HM Jazir sendiri menilai Panasila sebagai wujud kedewasaan bangsa Indonesia dalam menerima keberagaman yang ada. "Bagaimana perjuangan hingga akhirnya dirumuskan dan disetujui semua pihak, itu merupakan kedewasaan Indonesia yang harus terus dilestarikan," terangnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI