Sebelum Cempaka, Badai Ini Diberi Nama Durga

SLEMAN, KRJOGJA.com – Mengapa nama badai itu indah, padahal dampaknya mengerikan? Pertanyaan masyarakat mengenai nama badai yang indah bahkan kadang seperti nama perempuan cantik, ternyata tidak mudah merumuskannya. 

Hal itu cukup tergantung darimana asal badai tersebut. Seperti Indonesia yang baru saja dihebohkan dengan siklon tropis atau badai Cempaka dan Dahlia.

Pertanyaan itu sempat dicuatkan Kabag Humas BMKG  Hari Tirto Jatmiko dalam Diskusi Akhir Tahun ‘Mengenal dan Merespons Badai Tropis Cempaka Dahlia’ di FTSP UII, Jumat (15/12) dalam diskusi yang dibuka  dibuka Wakil Rektor (WR) I Dr Ing Ilya Maharika. Ternyata menurutnya, pembuatan nama tidak semudah dibayangkan. Meski untuk nomornya sudah ditentukan.

"Badai siklon tropis Cempaka dan dilanjut Dahlia itu bukan yang pertamakali terjadi di Indonesia,”ungkap Hari.

Badai siklon tropis adalah badai yang terjadi di laut dan bisa diprediksi kehadirannya, dengan syarat-syaratnya terpenuhi. Di antaranya, syarat utamanya suhu muka laut harus 27 derajat celcius hingga ke kedalaman 60 meter dengan disertai angin pusaran masuk. Ini indikasi atau suspect. Kalau sudah ada depresi tropos maka jadilah bibit siklon tropis.

Indonesia menurutnya sudah pernah diberi pendelegasian sebagai pusat siklon tropis. Tapi karena keterbatasan infrastruktur, sehingga tetap dihandel Darwin. Indonesai baru siap tahun 2007 dan ‘diberi hadiah’ siklon tropis pertama tahun 2008.  

"Karena sudah didelegasikan ke Indonesia maka Indonesia berhak memberi nama. Sehingga dulu diberi nama tokoh wayang Durga. Tokoh Durga sering digambarkan jahat. Namun sejahat-jahatnya tokoh dalam pewayangan, dipahami ada sisi baiknya. Sehingga nama Siklon Durga digugurkan,” jelas Humas BMKG.

Pemahaman akan pewayangan itu  membuat Indonesia berfikir ulang. Selain juga tokoh Durga juga menjadi tokoh budaya negara lain.  “Agar tidak terjadi konflik maka 2008 mengirimkan daftar nama yang netral. Kalau tidak nama bunga ya buah. Tahun 2010, siklon tropis kedua diberi nama Siklon Anggrek,” ujar Hari. Waktu itu diakuinya memang tidak ada masalah. Entah mengapa setelah bernama Cempaka menjadi masalah. (Fsy)

BERITA REKOMENDASI