‘Seberkas Cinta dari Dita’ Juara I Kompetisi Film Pendek Islami DIY

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJogja.com – Film ‘Seberkas Cinta dari Dita’ yang dikirim Khusnul Arofah asal Sleman terpilih menjadi Juara I Kompetisi Film Pendek Islami (KFPI) Tahun 2022 Tingkat DIY.

Kompetisi bertema “Ku Syiar Islam dengan Caraku” ini diselenggarakan oleh Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat Wakaf Kanwil Kemenag DIY dengan peserta dari kalangan madrasah maupun umum.

Untuk Juara II diraih diraih film dengan judul ‘Receh’ kiriman Fajar Safi’i (Kulonprogo) dan Juara III ‘Luluh’ kiriman Athiya Dyah Respati (Kulonprogo). Untuk Juara Harapan I film ‘Legawa’ kiriman Puji Wuri Istanti (Gunungkidul); Juara Harapan II ‘Ngemong’ kiriman Ivan Agustin (Gunungkidul); dan Juara Harapan lll ‘Pulang’ kiriman Andrian Eka Saputra SS (Yogyakarta).

Juara I mendapat tropi dan uang pembinaan Rp 6 juta, juara II Rp 5 juta, juara III Rp 4,5 juta, juara harapan I Rp 4 juta, harapan II) Rp 3,5 juta dan harapan III Rp 3 juta. Khusus juara I, II dan III akan dikirim ke lomba yang sama tingkat nasional yang diselenggarakan Ditjen Bimas Islam Kemenag RI.

Pengumuman pengumuman juara dan penyerahan hadiah dilakukan di Ruang Rapat PTSP Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Jumat (24/5).

Ketua Dewan Juri Ahmad Lutfi sebelum mengumumkan para juara menjelaskan, peserta KFPI tingkat DIY tahun juga banyak, jauh melebihi jumlah peserta kompetisi yang sama tahun lalu. Kualitas film yang dikirim peserta umumnya juga lebih baik.

Dewan juri terdiri H Ahmad Lutfi SS MA (ketua, unsur media), Dr Nur Kumala Dewi SKom MPd (Kemenag RI), Drs Hamdi Salad MA (budayawan), Budi Dwi Arifianto SSn MSn  (akademisi), Syauqie M Marier MKom (Pakar IT), dan H Bramma Aji Putra SKom (Pranata Humas Kanwil Kemenag DIY).

Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat Wakaf Sigit Warsita dalam sambutannya mewakili Kakanwil Kemenag DIY mengapresiasi dewan juri yang telah berusaha keras menilai dan memutuskan pemenang dengan seksama, bahkan penilaian sampai dinihari. “Semoga benar-benar berkualitas dan memang layak mewakili DIY,” ujar Sigit. “Bagi yang belum juara, dapat terus berkreasi pada ajang serupa tahun depan,” sambungnya.

Menurut Sigit, yang lebih penting disadari bahwa kompetisi ini bukan tujuan dan akhir. “Tapi bagaimana agar dakwah Islam dapat terus disiarkan melalui film pendek. Kami berharap produksi film dakwah agar tidak berhenti dan dapat menghiasi media sosial,” jelasnya. (Fie)

BERITA REKOMENDASI