Segmented Class Tourism Jadi Trend Pariwisata Masa Depan

YOGYA, KRJOGJA.com – Tren pariwisata akan mengalami perubahan. Pandemi Covid-19 menimbulkan disrupsi, sehingga kedepan wisatawan akan mengedepankan aspek safety and hygiene. Pemerintah, pelaku usaha dan stakeholder terkait harus mampu beradaptasi menciptakan inovasi sebagai respon terhadap perubahan, meningkatkan daya saing sekaligus mencegah terjadinya gelombang II Covid-19.

Demikian dikatakan, Deputi Bidang Pengembangan Produk dan Penyelenggaraan Kegiatan (Event), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Rizki Handayani dalam Webinar bertema ‘Pengembangan Pariwisata di Era New Normal’, Selasa (7/7).

Webinar menghadirkan narasumber lain yaitu Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo, Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DPD DIY Bobby Ardyanto Setyo Adjie, Ketua ASITA DIY Udhi Sudiyanto dan Akademisi Universitas Sanata Dharma Ike Jenita Dewi dipandu moderator Pemimpin Redaksi SKH Kedaulatan Rakyat Octo Lampito. Webinar diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata DIY didukung GIPI DIY, PT Feraco dan PT BP Kedaulatan Rakyat.

Rizki menyontohkan sebelum pandemi Covid-19, preferensi traveler pada akomodasi adalah yang menawarkan harga promo/budget hotel. Namun setelah pandemi Covid-19, preferensi traveller pada hotel berbintang mengutamakan aspek hygiene. Demikian juga soal akses, sebelum pandemi, harga transportasi (udara, laut dan darat) menjadi pertimbangan utama dalam traveling, sementara lama transit dan faktor hygene menjadi prioritas berikutnya. Namun setelah pandemi, penerbangan langsung atau maksimum 1 kali transit dengan durasi maksimum 3 jam menjadi preferensi utama traveller. “Kedepan segmen pasar industri pariwisata bukan lagi mass tourism namun akan berubah menjadi segmented class tourism,” katanya.

BERITA REKOMENDASI