Segmented Class Tourism Jadi Trend Pariwisata Masa Depan

Lebih lanjut dijelaskan Rizki, untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dan dunia terhadap Indonesia, Kemenparekraf menerapkan protokol Cleanliness, Health & Safety, Environment (CHSE) terhadap seluruh sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Destinasi wisata bisa dibuka sedikit demi sedikit namun dengan syarat harus disiplin menerapkan protokol CHSE tersebut. Disinilah peran Pemda dan stake holders terkait termasuk media untuk menyosialisasikan protokol CHSE. “Boleh dibuka tapi jangan buru-buru, kita harus hati-hati membuka destinasi wisata. Kalau memang sudah siap bisa dibuka,” tuturnya.

Selain itu, menurut Rizki, pariwisata dan ekonomi kreatif selama 2020 akan bertumpu sepenuhnya pada pasar domestik, yang juga mengandalkan populasi Indonesia yang berjumlah 267 juta. Kemenparekraf membuat kampanye aktivasi #DiIndonesiaAja yang mengajak wisatawan domestik untuk berwisata di dalam negeri. Promosi pariwisata juga diutamakan menyasar ke wisatawan domestik agar mengadakan perjalan wisata di dalam negeri. Untuk daya tarik, perlu diberikan insentif-insentif seperti diskon bermalam di hotel, MICE atau kuliner. “Untuk saat ini targetnya pasar domestik dulu. Orang lokal menginap di hotel, orang lokal wisata di wilayah sekitar. Ini untuk pemulihan pasar,” katanya.

Sedangkan Singgih Raharjo, kontribusi sektor pariwisata dan pendidikan terhadap perekonomian DIY adalah yang paling besar. Sehingga saat pariwisata DIY terdampak pandemi, efeknya sangat terasa dan dirasakan banyak sektor. Adapaun strategi pengembangan pariwisata DIY yang telah disusun adalah pariwisata berbasis budaya dengan mengedepankan ‘Quality Tourism’, yakni sesuai protokol CHS atau Cleanliness, Health & Safety. “DIY punya keunggulan budaya (culture) dan alam (nature),” katanya.

Menurut Singgih, Gubernur DIY Sri Sultan HB X sendiri sudah memberi sinyal agar sektor pariwisata di DIY sedikit demi sedikit dibuka. Setelah penyususnan strategi pengembangan pariwisata berikut protokol kesehatannya, dilanjutkan simulasi dan evaluasi. Kemudian uji coba dan operasional terbatas yang saat ini sedang dilakukan hingga 31 Juli (masa tanggap darurat berakhir). Untuk mendukung destinasi yang bersih dan sehat dibagikan alat sprayer, thermo gun dan alat-alat kebersihan. “Untuk protokol kesehatan di destinasi wisata kita susun bersama industri dan pemerintah kabupatan/kota,” ujarnya.

Bobby Ardyanto mengatakan, ada beberapa langkah-langkah membuka kembali kegiatan pariwisata yang aman dan mudah di era New Normal. Antara lain perlu disediakan informasi persyaratan dan prosedur kesehatan di kota/negara tujuan, perlu ada informasi tentang pembatalan dan kebijakan jika sakit saat bepergian atau di tempat tujuan. Saat perjalanan lakukan check-in online dan cetak boardingpass secara mandiri dan batasi barang bawaan. Saat di destinasi, unduh aplikasi pelacak jika tersedia. (Dev)

BERITA REKOMENDASI