Sejarah Panjang Gula di Pulau Jawa (1) : Dipelopori Kraton Surakarta, Ternyata Banyak Memiliki Makna Filosofis

PERJALANAN gula di Pulau Jawa ternyata begitu panjang. Gula ternyata tak hanya komoditi semata namun juga memiliki aspek historis dan filosofis mendalam. Dr. Purwadi, M.Hum Ketua Lembaga Kajian Nusantara (Lokantara) memberikan pemaparan yang didapatkannya dari berbagai sumber sejarah. Perjalanan mulai Kraton Surakarta, Pura Mangkunegaran hingga industri dan makna filosofis dituliskan untuk memberikan gambaran utuh perkembangan gula di Pulau Jawa.

Karaton Surakarta Hadiningrat dan Pura Mangkunegaran Pelopor Industri Gula

Pada tahun 1842 Sinuwun Paku Buwono Vll membuat rencana strategis untuk membangun industri gula. Eksistensi gula dalam budaya Jawa dapat ditinjau berdasarkan aspek historis, mekanis, ekonomis dan filosofis. Gula menggairahkan kehidupan ekonomi dan budaya. Dari segi historis sesungguhnya telah terbukti bahwa kepulauan nusantara, khususnya tanah Jawa, menjadi eksportir dan produsen gula.

Karaton Surakarta Hadiningrat dan Pura Mangkunegaran menjadi pelopor keberhasilan industri gula di tanah Jawa. Keberhasilan industri gula membawa kemakmuran bagi seluruh rakyat. Industri gula yang cukup menggembirakan pada saat itu berpengaruh pada segi-segi kehidupan yang lain. Misalnya pada bidang transportasi yang pesat. Perusahaan kereta api berkembang di Jawa dengan jalur antar kabupaten, bahkan sampai kecamatan dan pedesaan. Tentu saja korelasi antar usaha ini meningkatkan kemakmuran. Masyarakat Jawa mendapat pengetahuan dan pengalaman baru dalam bidang perkebunan dan industri. Baik perkebunan maupun industri, keduanya membuka lapangan kerja dan kesempatan berusaha.

Tanaman tebu merupakan salah satu tanaman yang mengandung sukrosa dalam jumlah yang banyak, sehingga menjadi bahan baku utama pembuatan gula. Sukrosa pada tebu terdapat di dalam suatu cairan yang disebut nira. Nira inilah yang akan diolah melalui beberapa proses sehingga dihasilkan kristal gula. Pembuatan gula merupakan proses yang sangat kompleks. Untuk itu dibutuhkan ketelitian dan keahlian khusus dalam pengolahannya, agar gula yang dihasilkan memiliki kualitas terbaik dan memenuhi standar mutu internasional. Di Jawa Tengah dan Jawa Timur terdapat pabrik gula yang unggul, sehingga mendatangkan kebahagiaan lahir batin. Mereka menjadi bangsa yang kopen dan kajen.

BERITA REKOMENDASI