Sejarah Panjang Gula di Pulau Jawa (3-Habis) : Perkembangan Aneka Jenis Gula dan Menjadi Lambang Kemakmuran

SAMPAI saat ini masyarakat akrab dengan gula pasir. Gula granulasi (gula pasir). Juga dikenal sebagai gula ‘confectionary’. Gula ini didapat dari penghancuran secara mekanis sehingga tidak ada kristal yang tertinggal. Terkadang gula ini dicampur dengan sedikit pati atau bahan antikempal untuk mencegah penggumpalan. Cita rasa makanan lebih sedap dengan gula bubuk.

Gula castor dipakai dalam pembuatan makanan

Singkong mempunyai nilai tambah lain, yaitu diolah menjadi tepung gula dan gula cair. Teknologi pengolahannya sudah tersedia, dan dapat memberikan peluang usaha untuk meningkatkan nilai jual singkong. Banyak industri makanan seperti permen, kembang gula, minuman, biskuit, dan ice cream memanfaatkan gula cair ini, karena rasanya lebih manis dari gula tebu. Ada lagi yang namanya gula castor. Gula Castor adalah nama dari gula pasir yang sangat halus dan terdapat di Britania.

Dinamai demikian karena ukuran butirannya sangat kecil sehingga dapat ditaburkan dari wadah berlubang-lubang kecil. Karena kehalusannya, gula ini lebih cepat larut dibandingkan gula putih pada umumnya. Dan, oleh karenanya, gula ini secara khusus bermanfaat dalam pembuatan ‘meringues’ dan cairan dingin. Gula ini tidaklah sehalus gula bubuk yang dihaluskan secara mekanis dan biasanya dicampur dengan sedikit pati untuk menghindari penggumpalan.

BERITA REKOMENDASI