Sejarah Yogya Turut Mempertahankan Kemerdekaan RI

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Dalam sejarah revolusi perjuangan mempertahankan Kemerdekaan RI 1945-1949 peran Yogya tidak terbantahkan. Layaknya Ijab Kabul, bergabungnya Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Pakualaman menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan menyerahkan kedaulatannya, sesuai dengan konsep Sultan HB IX ‘Tahta untuk Rakyat’ berpandangan revolusioner ke depan dan tidak tergilas oleh zaman.

“Kraton Yogya saat revolusi menjadi perlindungan paling aman, RI yang dibangun dari Yogya menjadikan Yogya termasyur karena jiwa kemerdekaan lintas etnik dengan nilai-nilai kejuangan menapaki masa depan,” tutur Gubernur DIY Sri Sultan HB X saat membuka pameran dalam rangka Peringatan Sewindu UU Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta di Grhatama Pustaka Dinas Perpustakaan dan Arsip DIY Jalan Raya Janti, Senin (31/08/2020).

Pembukaan dihadiri GBRAy Paku Alam X, GKR Mangkubumi, pejabat-pejabat terkait, seniman dan lainnya. Pembukaan ditandai dengan penarikan selubung relief Wasiat HB IX Yogyakarta Kota Republik yang diapit patung 6 Presiden RI karya seniman pematung Yusman dengan didampingi Ketua Panitia Tazbir SH MHum dilanjutkan peninjauan pameran 11 relief sejarah mempertahankan perjuangan kemerdekaan RI di Yogya dengan ketokohan Sultan HB IX dan Pangsar Sudirman karya Yusman.

“Peringatan yang berlangsung sebulan hingga 30 September 2020 selain pameran juga diisi Peluncuran/Peresmian buku, lagu, gendhing-tari, Pendidikan (diskusi, bedah buku, seminar/webinar), dan Pariwisata (promosi wisata Keistimewaan),” jelas Tazbir dalam laporan penyelenggaraan.

Pembukaan Pameran UUK juga diisi pengantar oleh Dr Suwarno Wisetrotomo, MMHum dan Apresiasi Komunitas Seni Peserta Pameran oleh Yusman, juga penyerahan secara simbolis miniatur dan buku kepada Sultan HB X. (R-4)

BERITA REKOMENDASI