Sejumlah Daerah Masih Kekurangan Guru

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Kekurangan guru sampai saat ini masih menjadi persoalan bagi sejumlah daerah di Indonesia. Untuk mengatasi hal itu, pemerintah sudah melakukan berbagai cara diantaranya dengan mengangkat guru honorer, bahkan belum lama ini Mendikbud sempat mengusulkan untuk memberdayakan guru yang sudah pensiun. Namun sebelum usulan tersebut benar-benar dilaksanakan, alangkah baiknya apabila pemerintah mempertimbangkan dampak positif dan negatifnya.

”Meski usulan untuk memberdayakan guru yang sudah pensiun bisa menjadi solusi untuk mengatasi kekurangan guru. Tapi kalau rencana itu diterapkan saya khawatir bisa menimbulkan permasalahan baru di sekolah. Karena keberadaan guru tidak tetap akan merasa terancam,” kata Wakil Ketua Dewan Pendidikan DIY, Prof Dr Buchory MS MPd.

Buchory mengungkapkan, selain beberapa hal di atas apabila di lihat dari kompetensi dalam mengajar mungkin pengalaman mengajar guru tidak tetap secara masa kerja memang lebih sedikit. Tetapi ketrampilan mengajar mereka yang relatif masih lebih muda tersebut bisa lebih bagus karena didukung oleh keterampilan di bidang IT dan pemahaman yang lebih bagus dalam keragaman metodologi pembelajaran. Oleh karena itu, mengatasi kekurangan guru dengan memberdayakan kembali guru yang sudah pensiun bisa menimbulkan kontra produktif dengan realitas yang ada.

”Selama ini untuk memenuhi kebutuhan dan kekurangan guru di semua jenis dan jenjang pendidikan maka diisi oleh guru tidak tetap. Sehingga proses belajar mengajar di sekolah-sekolah tersebut dapat berlangsung sebagaimana mestinya. Dengan modal penguasaan bidang ilmunya dan didukung penguasaan pemahaman metode pembelajaran yang didukung keterampilan bidang IT. Sehingga keberadaan guru tidak tetap dipandang sangat urgen,” paparnya.

Buchory menambahkan, lulusan program studi kependidikan yang bagus kualitasnya dan jumlahnya terus bertambah perlu dipertimbangkan untuk mendapat peluang mengabdi dalam mengisi kekurangan guru. Apabila hal ini kurang diperhatikan maka dikhawatirkan bisa menimbulkan permasalahan sosial baru di negeri ini.

”Saran saya untuk mememenuhi kekurangan guru jika di daerah itu jumlah calon gurunya memadai, maka perlu dipertimbangkan untuk memberi kesempatan kepada mereka. Tetapi untuk daerah tertentu tidak tersedia guru tidak tetap dan atau calon guru, maka dapat dipertimbangkan untuk memberi kesempatan mengabdi kembali bagi guru yang pensiun dan masih ingin mengabdi,” tambahnya. (Ria)

BERITA REKOMENDASI