Sejumlah Papan Reklame di DIY Harus Diamankan

YOGYA (KRjogja.com) –  Petugas Teknik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Kalasan mendapati sejumlah baliho reklame yang berdiri mendekati jaringan, termasuk beberapa material lain spanduk/ material visual reklame di Jalan Yogyakarta Solo KM 14, Selasa lalu (6/9/2016). Sejumlah baliho reklame yang menempel pada jaringan tersebut berhasil diamankan oleh petugas.

"Pemadaman listrik akibat gangguan di kota besar banyak terjadi diantaranya karena adanya benda/ obyek yang berada mendekati jaringan. Padahal sudah ada peraturan untuk menjaga keandalan pasokan listrik dan mengutamakan keselamatan ketenagalistrikan disekitar lingkungan tersebut," ujar Humas PLN Area Yogyakarta, Paulus Kardiman.

Kardiman mengatakan kondisi tersebut dapat mengganggu pasokan listrik ke pelanggan berupa listrik padam dan dapat mengancam kehidupan disekitar jika arus listrik masih hidup.  Perlu diketahui dengan mengingat ketentuan Keselamatan Ketenagalistrikan (K2) sesuai dengan Undang undang Nomor 30 Tahun 2009 pasal 44 ayat 2 yang bertujuan mewujudkan kondisi andal dan aman bagi instalasi, aman dari bahaya bagi manusia dan makhluk hidup lainnya serta ramah lingkungan.

"Diatur pula dalam Pedoman Standart Kontruksi Gardu Distribusi badan Gardu Hubungan Tenaga Listrik 2010 dimana diatur jarak aman Right of Ways(ROW) penghantar bertegangan terhadap material di sekitarnya. Material yang dimaksud baik berupa bangunan, pohon, baliho, papan reklame dan sebagainya minimum berjarak 2.5 meter dari jaringan," papar Kardiman.

PLN Area Yogyakarta mengharapkan masyarakat memperhatikan ketentuan keselamatan ketenagalistrikan. Agar tetap terjaga kelangsungan pasokan energi listrik dan terhindarnya bahaya bagi manusia dan makhluk hidup pada umumnya.

Terpisah Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan, Energi dan Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY, Rani Sjamsinarsi menegaskan kewenangan pengaturan baliho ataupun papan reklame tergantung lokasinya terletak di jalan provinsi, jalan nasional, jalan kabupaten/kota. Pihaknya sejauh ini hanya memberikan rekomendasi pemasangan baliho ataupun papan reklame yang berada di jalan provinsi.

"Kami mempunyai moratorium tidak mau mengizinkan pemasangan baliho ataupun reklame baru di jalan provinsi hingga Perda selesai. Kami sama sekali tidak memberikan rekomendasi izin baru pemasangan baliho/reklame kecuali itu iklan pemerintahan selama moratorium yang kini telah memasuki tahun kedua," tandas Rani kepada KRjogja.com. (*)

 

BERITA REKOMENDASI