Sekaten Wujud Harmonisasi Religi, Budaya dan Ekonomi

YOGYA (KRjogja.com) – Tiga ketukan kenong japan yang dilakukan Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X menandai dibukanya Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) 2016 dalam acara pembukaan di Alun-alun Utara Yogyakarta, Jumat (18/11/2016). Kegiatan menyambut hari kelahiran Nabi Muhammad SAW ini akan digelar selama 24 hari hingga 11 Desember 2016.

"Dalam Sekaten mengandung pandangan hidup yang ideal bagi masyarakat Jawa khususnya. Sekaten sendiri mengandung dua makna, yakni sebagai sebuah peristiwa budaya dalam arti luas karena merupakan kegiatan budaya dan religius ratusan tahun dan kegiatan pariwisata pada makna yang lain," ucap KGPAA Paku Alam X saat membacakan sambutan Gubernur DIY Sri Sultan HB X.

Melalui tema 'Harmonisasi Religi, Budaya dan Ekonomi untuk Yogya Istimewa', diharapkan dapat diimplementasikan sebagai pengingat jarti diri bangsa untuk membangun Indonesia yang lebih baik. Ketika interaksi ekonomi, budaya dan religi tersebut sudah harmonis, dapat menjadi daya tarik mencapai tujuan duniawi dan rohani.

"Kegiatan yang menjadi tradisi rutin ini sebagai benteng sosial terhadap maraknya budaya asing di tengah globalisasi yang tidak bisa ditolak," ucapnya.
Sementara secara khusus Sri Paduka Paku Alam X menegaskan saat dirinya kecil Sekaten menjadi acara yang ditunggu-tunggu. Seringkali ia main di arena sekaten bersama saudaranya saat masih kecil dan selalu melihat pentas ketoprak di panggung kesenian.

Rangkaian Sekaten sendiri diawali dengan keluarnya kagungan dalem dua gamelan 'miyos gangsa' Kyai Gunturmadu dan Kyai Nagawilaga dari  Kraton Yogyakarta menuju pagongan Masjid Gedhe Kauman. Selama tujuh hari keduanya akan ditabuh hingga tanggal 11 Mulud malam penanggalan Jawa berbarengan pembacaan riwayat Nabi Muhammad SAW oleh abdi dalem penghulu di hadapan Sri Sultan dan tokoh lain. Barulah keesokan harinya Sultan mengeluarkan hajat dalem sedekah berupa gunungan dalam garebeg Maulud. (R-7)

BERITA REKOMENDASI