Sekolah di Yogya, Palajar Asal Papua Ini Ceritakan Pengalamannya

YOGYA, KRJOGJA.com – Yogyakarta selama ini identik dengan predikat Kota Pelajar. Maka tidak heran jika para pelajar hingga mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia memilih melanjutkan pendidikannya di kota ini.

Baca Juga: Kelompok Pemberontak di Papua Terafiliasi ISIS, Kok Bisa?

Seperti enam siswi asal Papua, mereka adalah Defila Ronsumbe, Rodina Mayor dan Patricia Sarakan berasal dari Biak Numfor, ada juga Dewanda dari Wamena, Matilius Nami dari Boven Digul dan Inda dari Jayapura.

Saat ini mereka sekolah di SMK Putra Tama Bantul. Mereka adalah siswi-siswi hasil seleksi yang dilakukan oleh pemerintah provinsi setempat (Papua dan Papua Barat) dan dibiayai oleh Pemerintah Pusat untuk dikirim sekolah di Yogya. Bidang studi yang dipilih adalah Akuntansi dan Broadcasting.

Enam siswa ini merasakan pengalaman berinteraksi dengan siswa dari daerah lain di Indonesia di sekolahnya. Interaksi dengan siswa dari berbagai daerah ini menurut mereka membuat mereka lebih mengenal Indonesia. Sedangkan suasana Yogya menurut mereka nyaman. Baik dari situasi kotanya, maupun lingkungan pergaulannya.

Hari ini, mereka mengikuti kegiatan Bakti Sosial di Dusun Jetis, Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, DIY. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang sudah berlangsung tiap tahun, dengan anggota Polda DIY, Bripka Ali sebagai inisiatornya.

"Kali ini ada keterlibatan siswi-siswi asal Papua yang sedang studi di Yogyakarta. Hal ini membawa pesan, bahwa anak-anak Papua dan daerah lain merasa nyaman studi di Yogya," kata Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto dalam keterangannya, Minggu (08/09/2019).

Baca Juga: Mahasiswa Papua di Sukoharjo Serukan NKRI Harga Mati

Yuliyanto menyampaikan, para siswi merasa senang bisa terlibat dalam kegiatan bakti sosial ini. Keterlibatan ini membuat mereka mengenal Yogya lebih luas lagi.

"Mereka ingin nantinya selesai dari SMK ini akan meneruskan kuliah di Yogya dan kembali ke daerah untuk mengembangkan daerah asal mereka," pungkas Yuliyanto. (Ive)

BERITA REKOMENDASI