Sekolah Dituntut Optimalkan Persiapan UNBK

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang sudah semakin dekat memotivasi sekolah untuk mengoptimalkan persiapan. Persiapan tersebut tidak hanya yang berkaitan dengan pembelajaran akademik, tapi juga teknis seperti fasilitas komputer dan spiritual. Sekolah berharap dengan adanya persiapan tersebut, siswa bisa mendapatkan layanan secara baik dan fokus saat mengerjakan soal.

"Sesuai dengan kesepakatan yang ada untuk jenjang SMA/SMK di DIY semua sudah menggunakan UNBK. Bahkan model UNBK ini juga sudah diterapkan 100 persen di jenjang pendidikan nonformal. Memang masih ada beberapa sekolah yang terpaksa menumpang di sekolah lain, karena fasilitas komputer yang dimiliki masih terbatas,"kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Drs K Baskara Aji di Yogyakarta.

Baskara Aji mengungkapkan, pelaksanaan UNBK jenjang SMA/- SMK yang berdekatan dengan Pemilu 2019, perlu disikapi secara bijaksana. Untuk mewujudkan hal itu, dirinya meminta agar siswa tetap fokus dan berkonsentrasi penuh dalam menyiapkan ujian. Misalnya dengan tidak terlalu banyak terlibat dalam aktivitas kampanye yang bisa menganggu pembelajaran.

Meski begitu, sebagai warga negara yang baik bagi siswa yang memiliki hak pilih diminta tetap menggunakan hak pilihnya, tanpa melupakan tugas utamanya sebagai pelajar. Terpisah Kepala SMAN 6 Yogyakarta Drs Munjid Nur Alamsah MA menjelaskan, terkait dengan UNBK persiapan SMAN 6 Yogyakarta sudah mendekati final.

Kesiapan tersebut sudah meliputi akademis, teknis dan spiritual. "Kami juga menggelar doa bersama untuk lebih memantapkan hati," kata Munjit.

Tentang antisipasi jika ada gangguan aliran listrik dari PLN, SMAN 6 menyiapkan genset. Peserta ujian 253 siswa dari sembilan kelas,"ungkapnya.

Sementara Kepala SMA Taman Madya Tamansiswa Cabang Jetis Yogyakarta Ermayanti MPd juga menyatakan kesiapannya dalam menggelar UNBK. Kelas IPA 16 siswa kelas IPS 20 siswa. Sekolah tersebut juga mendapat titipan sembilan siswa dari SMAGotong Royong Yogyakarta. Sekolah tersebut tidak menyiapkan genset karena sewanya mahal. (Ria/War)

BERITA REKOMENDASI